Bobby Nasution Minta Keringanan Biaya Kuliah bagi Mahasiswa Korban Bencana ke Wamen PTST di Pelantikan Rektor USU

45

MEDAN – Di pelantikan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026–2031, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyampaikan permintaan mendesak kepada pemerintah pusat.

Ia meminta kebijakan relaksasi atau keringanan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang menjadi korban bencana alam di wilayah Sumut.

Permintaan ini disampaikan secara langsung di hadapan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen PTST) Prof. Dr. Fauzan, dalam acara pelantikan Rektor USU, Muryanto Amin, untuk periode kedua, Rabu (28/1/2026).

“Kami mohon ada keringanan membayar uang kuliah bagi warga kami yang terdampak,” tegas Bobby Nasution.

Ia menekankan, bencana tidak hanya merenggut harta benda, tetapi juga mengancam keberlangsungan pendidikan generasi muda. Kebijakan relaksasi dinilai krusial untuk menjaga semangat belajar mahasiswa di tengah kesulitan ekonomi pascabencana.

Baca Juga : 40 Tahun Sengketa Kebun USU: Ganti Rugi Diduga Fiktif, Negara Diam

Selain isu kemanusiaan ini, Bobby juga memberikan tantangan strategis kepada kepemimpinan baru USU. Ia menekankan pentingnya integrasi dunia akademik dengan kebutuhan riil dunia kerja, khususnya untuk mendukung hilirisasi industri di Sumut.

“Lulusan perguruan tinggi ke depan harus siap kerja, berinovasi, bahkan menciptakan lapangan kerja. Kita butuh tenaga ahli untuk mengolah hasil perkebunan menjadi produk bernilai tambah tinggi,” paparnya.

Wamen PTST Prof. Dr. Fauzan, dalam arahannya, mendorong USU untuk menjadi jawaban atas kegelisahan masyarakat.

“Kampus harus menjadi ekosistem sosial yang menjawab perkembangan persoalan masyarakat. Gerak langkah tidak boleh sama dengan kemarin,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Agus Andrianto, yang melantik Muryanto Amin, mengajak seluruh civitas akademika untuk bersatu dan mengakhiri perbedaan pasca-pemilihan. “Perguruan tinggi harus menjadi lokomotif teknologi yang berdampak langsung pada ekonomi,” ujarnya.

Menanggapi semua harapan itu, Rektor USU terpilih, Muryanto Amin, berkomitmen menjadikan USU sebagai pusat solusi masyarakat melalui penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kita harus mengajak kerja sama seluruh pihak agar USU dapat menjadi lokomotif untuk menjawab semua permasalahan,” pungkasnya.

Acara yang dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya dan unsur Forkopimda ini menjadi momentum strategis, tidak hanya bagi kepemimpinan baru USU, tetapi juga bagi nasib ratusan mahasiswa korban bencana yang menanti kepastian kebijakan pendidikan dari pemerintah. (Rel) 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com