Pengasuh Pondok Tahfidz di Sei Mencirim Diduga Cabuli Santriwati, Pondok Dirubuhkan Warga yang Geram

96

MEDAN – Sebuah pondok tahfidz di Desa Sei Mencirim, Medan, menjadi sorotan usai pengasuhnya diduga melakukan tindak pencabulan terhadap santriwati. Insiden ini memicu amarah warga hingga merubuhkan pondok tersebut pada Minggu (4/1/2026) malam.

Pengasuh pondok berinisial AM diduga mencabuli seorang santriwati berinisial N. Dugaan ini terungkap setelah korban menolak kembali ke pondok usai liburan.

Siapa yang terlibat?

· AM (pengasuh pondok tahfidz) sebagai tersangka.
· N (santriwati, pelajar kelas 1 SMA) sebagai korban.
· Warga Desa Sei Mencirim yang merubuhkan pondok.
· Keluarga korban dan wali santri lainnya yang turut melaporkan.
· Polsek Sunggal dan Polrestabes Medan yang mengamankan tersangka dan memproses laporan.

Peristiwa terjadi di Pondok Tahfidz di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Medan, Sumatera Utara.

Proses Penyelidikan

· Dugaan pencabulan terjadi sebelumnya (waktu pasti masih dalam penyidikan).
· Pengakuan korban dan keributan terjadi pada Minggu (4/1/2026) malam.
· Proses pengamanan tersangka dan pelaporan dilakukan hingga Senin (5/1/2026).

Dugaan pencabulan terungkap setelah N mengeluh kepada orang tuanya dan menolak kembali ke pondok. Kecurigaan keluarga mendorong korban mengaku bahwa ia “pernah ditiduri” oleh AM. Dari pengakuan itu, terungkap pula bahwa sejumlah wali santri lain dalam grup WhatsApp mengaku anak mereka juga pernah dipegang-pegang oleh tersangka.

Kronologi dan Dampaknya

1. Keluarga N mendatangi pondok setelah mendengar pengakuan anaknya.
2. Ketegangan terjadi dan memicu keterlibatan warga lain yang juga merasa geram.
3. Warga sempat berupaya “menghakimi” AM sebelum akhirnya diamankan oleh petugas Polsek Sunggal.
4. Pondok tahfidz tersebut dirubuhkan oleh warga yang tidak terkendali emosinya.
5. Keluarga N telah melaporkan kasus ini ke Polrestabes Medan untuk proses hukum lebih lanjut.

AM saat ini telah diamankan oleh kepolisian untuk menghindari amuk massa dan menjalani proses investigasi. Polisi juga mendalami laporan dari wali santri lainnya yang mengaku anaknya menjadi korban pelecehan serupa. Proses hukum sedang berjalan untuk mengusut tuntas dugaan kejahatan seksual di lingkungan pendidikan agama ini. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com