Polrestabes Medan Sukses Kawal Unjuk Rasa Buruh, Aksi 8 Tuntutan Berjalan Kondusif & Lancar
MEDAN – Unjuk rasa besar yang digelar oleh Gabungan Buruh Bergerak (GebraK) pada Selasa (18/11/2025) di Kota Medan berjalan dengan aman dan tertib berkat pengamanan profesional yang dilakukan oleh Polrestabes Medan.
Aksi yang diikuti sekitar 500 massa dari berbagai serikat pekerja ini menyampaikan delapan tuntutan ketenagakerjaan, dan dapat diselesaikan tanpa ada gangguan keamanan maupun kemacetan yang berarti.
Pengamanan Proaktif Jadi Kunci Keberhasilan
Sebelum aksi bergulir, Satuan Intelkam Polrestabes Medan telah melakukan deteksi dini dan koordinasi intensif dengan para koordinator aksi. Personel diterjunkan di titik-titik strategis sepanjang rute pergerakan massa, baik secara terbuka maupun tertutup, untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
“Berkat profesionalisme Polrestabes Medan, aksi dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ucap Gimin Esha selaku Pimpinan Aksi Aliansi Gebrak, yang secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kapolrestabes Medan beserta jajarannya.
Delapan Tuntutan Disampaikan, Pemerintah & BPJS Turut Tanggap
Massa yang dipimpin oleh Gimin S.H. dan Supranoto S.H., M.H. ini bergerak menuju dua lokasi:
1. Kantor Gubernur Sumatera Utara: Di sini, orasi disampaikan perwakilan buruh seperti Habibul Hasil (SBNI) dan Ahmad Rivai (RTMM). Kedisnaker Sumut hadir menerima pernyataan sikap yang berisi tuntutan tentang upah, PTKP, jaminan sosial, dan stabilitas harga pokok.
2. Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbagut: Aspirasi buruh kembali disampaikan dan diterima langsung oleh Wakil Kepala BPJS Sumbagut, Arvino, yang menandatangani surat pernyataan untuk menindaklanjuti tuntutan.
Rencana aksi lanjutan ke Kantor DPRD Sumut akhirnya dibatalkan. Seluruh aksi berhasil dibubarkan pukul 13.17 WIB, dan situasi kota kembali normal pada pukul 13.30 WIB.
Antisipasi Kericuhan & Pengaturan Lalu Lintas Berjalan Optimal
Meski kondusif, aparat Polrestabes Medan tidak lengah. Potensi provokasi dan kericuhan terus dipantau. Pengaturan arus lalu lintas dan pengawasan rute dilakukan secara ketat sehingga mobilisasi massa tidak mengganggu aktivitas warga Kota Medan.
Langkah penggalangan dan koordinasi yang dilakukan Sat Intelkam terbukti efektif mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Kolaborasi yang solid antara aparat keamanan dan para pengunjuk rasa menjadi contoh nyata bagaimana menyampaikan aspirasi dapat dilakukan dengan tertib dan damai. (FD)