Rico Waas Galakkan Kolaborasi Cerdas Atasi Banjir Medan, Sumur Laluan Jadi Fokus Kajian

53

MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Waas, mengambil langkah proaktif dan berbasis sains untuk mengakhiri masalah genangan air yang kerap melanda ibu kota Sumatera Utara.

Guna mencari solusi terbaik, Pemko Medan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menggelar rapat koordinasi mendalam untuk membahas penerapan metode Sumur Laluan (Ground Water Recharge) di Balai Kota, kemarin.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Rico Waas ini menghadirkan para pakar, termasuk praktisi Sumur Laluan Awaluddin Thayeb, tenaga ahli Novrial, serta akademisi seperti Randy Gunawan (UMSU) dan Kuswandi (UMA).

Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah untuk menggabungkan kekuatan praktis dan akademis.

Komitmen Solusi, Bukan Sekadar Wacana
Dalam arahannya, Rico Waas menekankan bahwa setiap langkah harus didahului oleh riset dan kajian teknis yang matang.

“Kita akan mencari solusi yang benar-benar bisa diterapkan. Jika metode Sumur Laluan terbukti layak, tidak merusak lingkungan, dan efektif dalam jangka panjang, tentu bisa kita coba,” tegas Waas.

Hal ini menunjukkan pendekatan yang hati-hati dan bertanggung jawab, mengutamakan keselamatan lingkungan.

Analisis Medan yang Kompleks
Waas secara detail memaparkan kompleksitas topografi Kota Medan yang menjadi akar permasalahan:

· Wilayah Selatan (seperti Johor): Genangan disebabkan curah hujan tinggi dan aliran air dari daerah berbukit.
· Wilayah Tengah & Utara: Bentuk tanah yang cekung diperparah oleh fenomena air pasang laut (rob).

Tidak lupa, ia juga menyoroti peran tiga sungai utama—Deli, Belawan, dan Babura—yang saling terhubung dalam sistem drainase kota.

“Jika debit air dari selatan meningkat, wilayah tengah dan utara pasti terdampak. Ini yang harus menjadi perhatian kita,” ucapnya.

Menjawab Tantangan Spesifik: Bagaimana dengan Wilayah Pesisir?
Sebagai pemimpin yang cermat, Waas juga mempertanyakan aplikasi metode ini di daerah pesisir. “Apakah Sumur Laluan bisa diterapkan di dekat laut, mengingat karakteristik airnya berbeda? Ini perlu kajian khusus,” sebutnya, membuka ruang untuk penelitian lebih lanjut.

Kolaborasi Kunci Kesuksesan
Melalui forum ini, Rico Waas berharap tercipta sinergi kuat antara pemerintah, akademisi, dan praktisi. Pemerintah Kota Medan membuka ruang diskusi dan penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas Sumur Laluan di berbagai titik rawan.

Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah blueprint penanganan banjir yang konkret, cepat, dan menjaga keseimbangan ekosistem Kota Medan untuk masa depan. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com