Simalungun Genjot Tanam Cabai, Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Nataru

330

SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun menggenjot penanaman cabai merah untuk menjaga pasokan dan mengantisipasi gejolak harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak se-Sumatera Utara itu dimulai di lahan UPT Balai Pelaksana Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Purba, Rabu (21/10/2026).

Penanaman dipimpin Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, mewakili Bupati Anton Achmad Saragih. Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Tani Cempaka di Nagori Hinalang dan selanjutnya akan diikuti kelompok tani di berbagai kecamatan di Simalungun.

Jenri mengatakan, gerakan tersebut merupakan tindak lanjut surat edaran Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara untuk meningkatkan produksi cabai merah sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di tingkat daerah.

“Kegiatan kita laksanakan di Kecamatan Purba bersama Kelompok Tani Cempaka, Nagori Hinalang, untuk memenuhi kebutuhan cabai di Kabupaten Simalungun dan juga Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya.

Menurut Jenri, Simalungun merupakan salah satu sentra produksi cabai merah di Sumatera Utara. Hingga September 2026, luas lahan pertanian cabai merah di kabupaten tersebut tercatat mencapai 141,5 hektare.

Kecamatan Purba dipilih karena menjadi salah satu kawasan penghasil cabai merah dengan ketinggian sekitar 1.000–1.200 meter di atas permukaan laut, yang dinilai sesuai untuk budidaya komoditas tersebut.

Baca Juga; Harga Cabai Merah Sumut Ambruk Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg Usai Intervensi TPID

Gerakan tanam serentak ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi, dan memperkuat ketahanan pangan. Peningkatan produksi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat ketika permintaan meningkat menjelang Nataru.

Di tingkat provinsi, gerakan tersebut dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Sumatera Utara, Timur Tumanggor, melalui rapat daring yang diikuti kabupaten dan kota se-Sumatera Utara. Kegiatan itu dirangkai dengan peresmian Kampus Mandiri Pangan Politeknik Pembangunan Perikanan (Polbankan) Medan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Fariz Haholongan Hutagalung, menyampaikan bahwa gerakan tersebut dirancang untuk meningkatkan produksi dan produktivitas cabai merah, menjaga kelancaran pasokan, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam sambutan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang dibacakan Timur Tumanggor, masyarakat juga diajak memanfaatkan pekarangan rumah, lahan perkantoran, dan lingkungan sekolah untuk kegiatan produktif.

Gubernur berharap gerakan menanam dapat menjadi budaya berkelanjutan sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada pasokan pasar, tetapi juga mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangannya sendiri.

Jenri berharap gerakan tanam cabai merah serentak dapat mendorong semangat petani memperluas produksi dan berkontribusi terhadap pengendalian inflasi. Pemkab Simalungun menargetkan upaya tersebut membantu menjaga ketersediaan cabai merah agar tetap terjangkau bagi masyarakat. (Rs)