Smartcash, Kunci Revolusi Transportasi Publik Mebidang yang Siap Ubah Wajah Sumut

339

LUBUK PAKAM – Sebuah revolusi senyap sedang berlangsung di jalanan Sumatera Utara. Di tengah hiruk-pikuk kemacetan yang menurut TomTom Traffic Index telah menyentuh angka 54,02 persen, hadir angin segar bernama Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang.

Bukan sekadar bus biasa, ini adalah bus listrik yang menghubungkan tiga kawasan urban Medan, Binjai, dan Deli Serdang dengan satu misi: mengubah budaya mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum yang modern, terintegrasi, dan nyaman.

Dan di balik layar hijau transportasi masa depan ini, ada satu nama yang menjadi kunci: Bank Sumut dengan inovasi Kartu Smartcash.

Peluncuran tahap awal BRT Mebidang yang diresmikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, di Terminal Lubuk Pakam, Deli Serdang, Rabu (19/8/2026), bukan hanya seremoni. Di momen itu, Bank Sumut membagikan Kartu Smartcash kepada masyarakat sebagai alat pembayaran nontunai.

Cara kerjanya sederhana: cukup tap kartu pada mesin pembaca yang tersedia di armada BRT, transaksi pun selesai dalam sekejap. Cepat, praktis, dan aman. Ini adalah lompatan besar dari sistem pembayaran konvensional menuju ekosistem digital yang terintegrasi.

Direktur TI dan Operasional Bank Sumut, Sandhy Sofian, menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata dukungan terhadap agenda digitalisasi pemerintah.

“Bank Sumut ingin hadir sebagai bagian dari proses transformasi yang dilakukan pemerintah,” ujarnya. “Digitalisasi harus memberikan kemudahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.”

Saat ini, BRT Mebidang memasuki tahap uji coba pengoperasian bus listrik melalui skema Buy The Service (BTS). Pada tahap ini, masyarakat dapat menikmati layanan secara gratis. Namun, targetnya jauh lebih besar: 30 bus listrik akan beroperasi penuh pada 8 Desember 2026.

Rinciannya, 14 unit untuk Koridor 11 (Teladan–Terminal Lubuk Pakam), 13 unit untuk Koridor 12 (Simpang Barat–Binjai), dan tiga unit cadangan. Sebanyak 121 titik pemberhentian baru disiapkan untuk mendukung konektivitas ini.

Baca Juga : Bobby Gaungkan Revolusi Transportasi dengan Konsep “Sekali Bayar” dan Integrasi Lintas Wilayah

Setelah beroperasi penuh, tarif yang direncanakan sangat terjangkau: Rp4.300 untuk umum dan Rp3.000 untuk pelajar, disabilitas, dan lansia.

Bayangkan, jika seorang pekerja pulang-pergi selama 25 hari kerja, total biaya transportasi hanya sekitar Rp215.000 per bulan. Ini adalah penghematan luar biasa yang akan meningkatkan kesejahteraan pekerja dan daya saing industri Sumut.

Ke depan, integrasi sistem pembayaran ditargetkan semakin luas hingga 2027. Masyarakat akan dapat berpindah antarkoridor dengan satu sistem pembayaran terintegrasi—cukup bayar sekali untuk seluruh perjalanan.

Bagi Bank Sumut, dukungan terhadap BRT Mebidang bukanlah proyek sampingan. Ini adalah peran sebagai bank pembangunan daerah yang aktif mendukung program strategis pemerintah.

Melalui inovasi dan digitalisasi layanan, Bank Sumut berkomitmen memperkuat kualitas pelayanan publik, mendorong konektivitas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Mebidang.

BRT Mebidang adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan dapat menciptakan dampak besar.

Ini bukan hanya tentang bus, tetapi tentang membangun ekosistem transportasi yang modern, efisien, dan berkelanjutan untuk Sumatera Utara. (Rel)