Bapenda Medan Beberkan Jurus Jitu di Balik Peresmian Mustika Deli, Kunci Sukses Ekonomi Kerakyatan

271

MEDAN — Sebuah babak baru kebangkitan ekonomi kerakyatan di Kota Medan resmi dimulai. Wali Kota Medan, Rico Waas, meresmikan Gallery Mustika Deli Dekranasda Medan di Lantai III Mal Pelayanan Publik (MPP), Jalan Iskandar Muda, Rabu (19/8/2026).

Di tengah hiruk-pikuk peresmian yang ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti tersebut, hadir satu elemen penting yang menarik perhatian: jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan.

Kehadiran Bapenda di tengah perhelatan yang didominasi pelaku UMKM dan pegiat ekonomi kreatif ini bukan sekadar seremonial.

Ini adalah pernyataan tegas tentang sinergi lintas sektor yang selama ini jarang terlihat bahwa urusan pajak dan pendapatan daerah memiliki kaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi akar rumput.

Bapenda tidak hanya hadir sebagai pengumpul pajak, melainkan sebagai mitra strategis dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Gallery Mustika Deli sendiri bukanlah proyek dadakan. Sejak masa soft launching pada Juni 2025, galeri ini telah menampung sekitar 150 pelaku usaha dari berbagai sektor unggulan Kota Medan. Mulai dari kuliner khas, wastra tenun, kriya, fesyen modern, hingga produk kecantikan berbahan lokal.

Namun, perbedaan mendasar Galeri Mustika Deli dibandingkan pusat oleh-oleh biasa terletak pada fungsinya sebagai rumah inkubasi.

Baca Juga : Gallery Mustika Deli Hadir Di Medan: Bukan Sekadar Galeri, Ini Inkubator Kreatif UMKM Siap Go Global!

Di sini, para pelaku UMKM tidak sekadar menjual produk, tetapi mendapatkan pendampingan terpadu dari hulu ke hilir: perbaikan kualitas produk, penguatan branding, perbaikan kemasan (packaging), hingga perluasan akses pasar ke tingkat nasional dan internasional.

Wali Kota Rico Waas dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal pelaku usaha melalui proses kurasi dan pendampingan berkelanjutan.

“Ini adalah kick-off kita, start bersama kita. Semuanya harus bergerak maju. Kami membutuhkan dukungan penuh dari seluruh stakeholder untuk memajukan kekuatan UMKM kita,” tegasnya.

Bahkan, Rico Waas memberikan gambaran visioner tentang potensi produk lokal di pasar global. Ia mencontohkan bagaimana ulos dan kain tradisional lainnya bisa dikreasikan mengikuti tren empat musim dipakai saat winter maupun spring sehingga mampu bersaing di pasar internasional.

Mimpi ini bukan sekadar angan-angan Dekranasda Medan telah membawa tema empat musim dalam ajang Indonesia Fashion Week sebagai langkah awal membuka mata desainer lokal terhadap peluang global.

Di sinilah peran Bapenda menjadi kunci. Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, menyambut baik kehadiran galeri ini. Menurutnya, penguatan sektor UMKM yang berdaya saing tinggi memiliki keterkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.

“Kami menyambut baik dan siap mendukung penuh langkah strategis ini. Penguatan UMKM yang berdaya saing tinggi tentu akan berdampak positif pada perputaran roda perekonomian dan kemandirian fiskal daerah,” ujar Agha Novrian.

Logikanya sederhana namun kuat: UMKM yang berkembang berarti omzet meningkat, yang pada gilirannya berkontribusi pada penerimaan pajak daerah.

Dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan tahun 2026 sebesar Rp3,8 triliun, penguatan basis pajak dari sektor UMKM yang sehat menjadi keniscayaan.

Bapenda tidak bisa hanya mengandalkan wajib pajak besar; pemberdayaan ekonomi kerakyatan adalah investasi jangka panjang bagi pendapatan daerah.

Kehadiran Bapenda dalam peresmian ini juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Dukungan diberikan tidak hanya dalam bentuk fasilitas fisik, tetapi juga pendampingan perizinan dan kepastian regulasi. Ini sejalan dengan upaya Pemkot Medan yang baru saja mengesahkan Perda tentang Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal, yang memberikan kemudahan investasi hingga pemotongan pajak bagi kategori tertentu.

Gallery Mustika Deli adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas perangkat daerah bisa melahirkan karya monumental.

Dalam peresmian ini, hadir pula Ketua Dekranasda Kota Medan Airin Rico Waas, Pj. Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Hendra Ridho Gunawan Siregar, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya.

Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang ini menunjukkan bahwa pengembangan UMKM bukan lagi urusan satu dinas saja.

Ini adalah gerakan kolektif yang melibatkan semua pihak dari pengurusan perizinan di MPP, pembinaan usaha oleh Dinas Koperasi, promosi oleh Dekranasda, hingga pengawasan fiskal oleh Bapenda.

Fasilitas galeri yang dilengkapi dengan mini stage untuk pergelaran busana, gelar wicara, hingga pertemuan komunitas menjadikan Mustika Deli bukan sekadar tempat belanja, tetapi pusat kreativitas yang hidup.

Ini adalah etalase kebanggaan yang akan menjadi destinasi wajib bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Medan.

Dengan langkah berani ini, Medan menunjukkan bahwa kota ini tidak hanya berhenti sebagai gerbang pariwisata Sumatera Utara, tetapi juga sebagai pusat ekonomi kreatif yang siap bersaing di kancah global.

Gallery Mustika Deli adalah jawaban atas pertanyaan lama: bagaimana produk lokal bisa mendunia. Jawabannya: dengan pendampingan yang terstruktur, dukungan lintas sektor, dan keyakinan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Saat sirine berbunyi dan prasasti ditandatangani, itu bukan sekadar peresmian sebuah galeri. Itu adalah dentuman awal kebangkitan UMKM Medan menuju panggung dunia.

Dan Bapenda, dengan segala jurus fiskalnya, siap menjadi garda terdepan dalam menjaga agar panggung itu tetap kokoh berdiri. (Rel)