Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia! Ini Strategi Bobby Angkat Ulos ke Panggung Dunia

238

JAKARTA – Panggung megah Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta Convention Center resmi ditutup, Minggu (2/8/2026).

Di balik gemerlap lampu runway dan deretan koleksi adibusana yang memukau, sebuah deklarasi besar menggema Sumatera Utara siap menjadi pusat fashion Indonesia.

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dengan tegas menyatakan komitmennya. “Kami siap menjadi pusat fashion Indonesia. Kami yakin warisan budaya yang diturunkan leluhur dari Sumatera Utara bisa membangkitkan ekonomi masyarakat dan ekonomi nasional, khususnya di bidang fashion,” ujarnya di hadapan para pelaku industri dan pejabat tinggi negara.

Pernyataan ini bukanlah sekadar seremonial. IFW 2026 mengangkat tema “Ulos Simetria” sebuah gebrakan yang menempatkan kain ulos sebagai bintang utama.

Selama lima hari (29 Juli–2 Agustus), berbagai teknik tenun tradisional Sumut seperti songket, tenun ikat, dobel lungsi, sirat, hingga marsimata dieksplorasi menjadi siluet dinamis dengan pewarnaan pastel yang relevan dengan selera generasi muda.

Ketua Umum APPMI sekaligus Presiden IFW, Poppy Dharsono, menegaskan bahwa tema “Ulos Simetria” mengajak kita memahami bahwa kemajuan harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya.

“Selama 5 hari kita telah menyaksikan kreativitas terbaik anak bangsa, pertemuan ide dan inovasi, serta kolaborasi yang memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan mode di kawasan dan dunia,” katanya.

Ini bukan sekadar peragaan busana. IFW 2026 menghadirkan ratusan desainer, pelaku UMKM, pameran, forum bisnis, hingga gelar wicara yang mempertemukan industri, pemerintah, dan mitra internasional dalam satu ekosistem.

Baca Juga : Dari Tropis ke Empat Musim! Dekranasda Medan Bikin Panggung IFW 2026 Bergemuruh lewat Koleksi Four Seasons

Bahkan, ajang ini melibatkan desainer dari India, Malaysia, dan Siprus untuk memperluas kolaborasi global.

Penyelenggaraan IFW bukan hanya soal estetika. Survei Kementerian Pariwisata mencatat IFW 2025 menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp63,88 miliar dari belanja pengunjung untuk produk fesyen, konsumsi, transportasi, hingga akomodasi. Dengan skala yang lebih besar di 2026, angka ini diproyeksikan melonjak.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, yang turut hadir di penutupan, mengaku terkesan dengan kuatnya tradisi pembuatan ulos saat berkunjung ke Danau Toba.

“Ulos bukan sekadar kain tradisional, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat Batak yang terus dijaga lintas generasi. Di balik setiap lembar ulos, ada tangan-tangan terampil para perempuan Batak dengan penuh ketekunan menjaga tradisi itu tetap hidup,” tuturnya.

Ia menambahkan, “Tradisi itu terus diwariskan, dipraktikkan, dan menjadi kebanggaan lintas generasi. Dalam pariwisata, karakter tersebut merupakan fondasi destination branding.”

Bobby pun menyentil potensi lain Sumut—kuliner. “Kalau dari sisi kuliner di Sumatera Utara khususnya Medan, katanya cuma ada dua rasa. Makanan yang ada di Sumatera Utara rasanya cuma dua enak sama enak sekali,” ucapnya disambut tawa dan tepuk tangan.

Penutupan IFW 2026 bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru. Sumut resmi menjadi tuan rumah BTN Indonesia Fashion Week 2026, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah diharapkan menjadi model bagi daerah lain.

Bobby menegaskan, “Malam ini mudah-mudahan pintu awal pembuka untuk kami dari Sumatera Utara bisa berkolaborasi lebih jauh lagi dengan dunia internasional. Kami siap berkolaborasi memperkenalkan budaya kami, khususnya di sektor wastra”.

Dengan kekayaan wastra yang luar biasa, dukungan penuh pemerintah, dan kreativitas desainer yang tak pernah padam, Indonesia bukan hanya sedang berbicara tentang fashion—kita sedang menulis sejarah mode dunia. Dari Ulos, untuk dunia. (Rel)