Tanpa Kembang Api, Tahun Baru 2026 Diharapkan Khidmat. Polda Sumut Imbau Empati untuk Korban Bencana

69

MEDAN – Menjelang malam pergantian Tahun Baru 2026, Polda Sumatera Utara (Polda Sumut) secara resmi mengimbau masyarakat untuk mengedepankan kesederhanaan dan solidaritas. Imbauan untuk tidak menggelar pesta kembang api serta perayaan berlebihan ini merupakan wujud empati mendalam bagi para korban bencana banjir dan tanah longsor yang masih berjuang di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, menekankan bahwa momen tahun baru seharusnya diisi dengan hal bermakna, bukan euforia yang mengganggu.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dari pesta kembang api sebagai bentuk belasungkawa dan empati. Mari kita alihkan energi untuk hal yang lebih bermanfaat dan penuh kepedulian,” ajak Ferry di Medan, Rabu (31/12/25).

Daerah-daerah seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Langkat disebutkan masih membutuhkan perhatian dan suasana tenang pascabencana. Polda Sumut juga mengingatkan agar masyarakat menghindari aktivitas rawan seperti konvoi ugal-ugalan dan pesta minuman keras yang dapat mengganggu ketertiban.

Ribuan Personel Disiagakan
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan publik, Polda Sumut telah menyiapkan skenario pengamanan ketat. Sebanyak 5.737 personel gabungan (4.250 di antaranya dari Polri) akan diterjunkan dan ditempatkan di titik-titik keramaian seperti Lapangan Merdeka Medan, pusat perbelanjaan, gereja, serta kawasan wisata utama.

Selain itu, 166 pos pengamanan dibentuk untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan. Polda juga siap melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional di lokasi padat, termasuk menuju destinasi wisata seperti Danau Toba dan Berastagi, untuk mencegah kemacetan parah.

“Tujuan kami satu menciptakan malam tahun baru yang aman, kondusif, dan penuh makna kebersamaan,” tegas Kombes Pol Ferry Walintukan. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com