Ironi Pelajar 17 Tahun di Sunggal: Jadi Kurir Curanmor Demi Duit Rp2,4 Juta, Motor Korban Ludes Dijual ke Penadah

97

MEDAN – Kasus curanmor kembali mengguncang wilayah Sunggal. Namun kali ini pelaku bukanlah residivis senior, melainkan seorang pelajar yang masih duduk di bangku sekolah.

Ahmad Fauzan (17), warga Jl. Sei Mencirim, bersama Agung Kurniawan alias Lembu (30), seorang pengangguran, diringkus Tim Reskrim Polsek Sunggal, Kamis (7/5/2026).

Penangkapan dramatis terjadi di Jl. Sekip, Dusun 6, Desa Sei Mencirim, sekitar pukul 09.00 WIB. Saat digerebek, Agung kedapatan membawa kunci T—alat kunci kontak palsu—di kantong celananya.

“Kami langsung amankan keduanya setelah mendapat laporan masyarakat soal aksi curanmor yang kerap meresahkan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sunggal.

Dua Aksi dalam Dua Hari, Duit Dibagi Rata

Dari hasil interogasi, pasangan tak terduga ini mengaku telah melancarkan dua aksi pencurian dalam waktu beruntun. Aksi pertama terjadi Rabu (6/5/2026) siang sekitar pukul 14.30 WIB.

Baca Juga : Polsek Sunggal Amankan Tiga Residivis Curanmor Lintas Kabupaten, Satu Tersangka Dilumpuhkan

Mereka membawa kabur Honda Scoopy merah-hitam milik Riski Indah (20), seorang mahasiswi, yang terparkir di depan Indomaret Jl. Setiabudi.

Motor itu dijual ke seorang penadah bernama Jepri di Jl. Sei Mencirim Pasar 5 dengan harga Rp4,8 juta. Hasilnya dibagi dua: masing-masing Rp2,4 juta.

Hanya berselang sehari, mereka kembali beraksi. Sasaran berikutnya adalah Honda Beat hitam di depan Warung Makan Stabat.

Motor tersebut laku Rp5,7 juta, dan masing-masing pelaku kebagian Rp2,85 juta. Total dalam dua hari, Ahmad Fauzan mengantongi Rp5,25 juta dari hasil kejahatan.

Hingga kini polisi masih mendalami aliran dana tersebut. Namun dari pengakuan awal, uang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup remaja.

“Pelajar ini hanya ikut-ikutan eksekusi, tapi perannya cukup aktif. Kami masih selidiki apakah dia sudah lebih dari dua kali aksi,” tambah polisi.

Ketika tim mendatangi rumah Jepri, si penadah berhasil kabur lewat pintu belakang. Meski demikian, polisi menyita lima unit sepeda motor berbagai merek Honda Beat Street, Vario, Supra, Yamaha Vega, dan Suzuki Shogun.

Turut disita 11 lembar STNK tanpa kendaraan, enam pelat nomor, kunci T, dua unit HP, helm, jaket, hingga dua pucuk senjata mainan jenis revolver dan FN.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi orang tua dan pihak sekolah. Remaja usia sekolah sangat rentan terpengaruh lingkungan dan rayuan uang mudah.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada memarkir kendaraan, serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Proses hukum terhadap Ahmad Fauzan dan Agung masih berjalan di Polsek Sunggal.

Pesan Penting

Jangan pernah tergiur dengan tawaran cepat kaya dari kejahatan. Dua kali curanmor saja sudah cukup menghancurkan masa depan seorang pelajar. Awasi pergaulan anak Anda sebelum menjadi korban berikutnya atau justru pelaku. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com