Gol Markus Hancurkan Mimpi Garuda Muda Raih Juara Piala AFF U-19

440

DELISERDANG – Mimpi Timnas Indonesia U-19 tampil di final Piala AFF U-19 2026 harus kandas secara dramatis setelah takluk 0-1 dari Australia pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (11/6/2026) malam.

Gol tunggal kemenangan Australia dicetak Markus Edward Neil pada menit ke-90+2 melalui serangan balik cepat yang gagal diantisipasi lini pertahanan Indonesia.

Hasil tersebut membuat skuad asuhan Nova Arianto harus mengubur harapan mengulang kesuksesan menembus partai puncak seperti yang pernah diraih beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Panama Siap Bikin Kejutan di Grup Neraka Piala Dunia 2026

Garuda Muda kini harus puas menjalani laga perebutan tempat ketiga menghadapi Kamboja yang lebih dahulu tersingkir usai kalah 0-4 dari Thailand pada semifinal lainnya.

Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dalam tempo yang relatif lambat. Kedua tim bermain hati-hati dan berusaha menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal.

Australia tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan lebih sering menekan pertahanan Indonesia. Sementara itu, Timnas Indonesia memilih bermain lebih disiplin di lini belakang sambil mengandalkan serangan balik untuk membongkar pertahanan lawan.

Beberapa pergantian pemain yang dilakukan Nova Arianto pada babak kedua belum mampu mengubah jalannya pertandingan.

Indonesia kesulitan menciptakan peluang bersih, sementara Australia terus berupaya mencari celah hingga akhirnya berhasil mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai para pemain Indonesia telah menunjukkan permainan maksimal meski gagal melangkah ke final.

“Maunya ke final, tapi terima kasih pemain sudah bermain maksimal. Tadi ada beberapa kesempatan yang tidak menghasilkan gol dan sayang ada counter attack yang kita kecolongan sepertinya,” kata Erick Thohir usai pertandingan.

Menurut Erick, secara kualitas permainan Indonesia tidak kalah dari Australia. Namun, ia menilai para pemain muda Garuda masih membutuhkan lebih banyak jam terbang untuk menghadapi pertandingan-pertandingan besar di level internasional.

“Kalau kualitas sebenarnya saya yakin pemain kita nggak kalah, cuman mungkin kembali jam terbang yang perlu ditambah. Tapi ini bagus untuk persiapan mereka ke AFC,” ujarnya.

Erick menambahkan Piala AFF U-19 menjadi bagian penting dari proses pembentukan tim menuju ajang yang lebih kompetitif, termasuk Piala Asia U-19.

Untuk meningkatkan daya saing tim, PSSI juga akan terus melakukan pencarian dan pengembangan pemain-pemain potensial yang dapat memperkuat skuad Garuda Muda pada masa mendatang.

“Nanti juga kita coba cari eksplorasi pemain-pemain lagi untuk meningkatkan kualitas timnya sendiri untuk bisa bersaing di papan lebih tinggi,” tuturnya.

Meski langkah menuju final terhenti, perjuangan Timnas Indonesia U-19 belum berakhir. Garuda Muda masih memiliki kesempatan menutup turnamen dengan hasil positif saat menghadapi Kamboja dalam perebutan posisi ketiga Piala AFF U-19 2026. (RS)