Duel Klasik Duo Hijau! Eko Purdjianto Siapkan Rotasi Besar, PSMS Buktikan Daya Saing Lawan Persebaya

260

MEDAN – Aroma nostalgia sekaligus gengsi tinggi akan kembali membakar Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) malam ini.

Dalam laga kedua Grup B Piala Presiden Elite 2026, dua kekuatan tradisional sepak bola Indonesia dengan kebanggaan warna hijau, PSMS Medan dan Persebaya Surabaya, akan bertarung dalam duel klasik yang selalu dinantikan pecinta si kulit bundar.

Bagi publik sepak bola nasional, laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Ini adalah pertemuan dua klub legendaris yang telah mengukir sejarah panjang sejak era Perserikatan, dengan segudang prestasi dan basis suporter fanatik yang siap memenuhi GBT.

Datang sebagai tim tamu, PSMS Medan membawa misi berat bangkit dari keterpurukan. Pada laga pembuka, Ayam Kinantan harus mengakui keunggulan juara bertahan asal Thailand, Port FC, dengan skor 0-2. Hasil itu membuat PSMS tertahan di dasar klasemen sementara Grup B.

Namun, kekalahan itu tak membuat pelatih PSMS, Eko Purdjianto, patah arang. Justru sebaliknya, ia menegaskan akan melakukan rotasi besar-besaran saat menghadapi Persebaya. Langkah ini bukan tanpa alasan.

Eko menilai Piala Presiden Elite 2026 adalah bagian vital dari pramusim menuju Championship/Liga 2 2026/2027.

“Laga besok masih menjadi bagian dari pramusim kami. Masih ada beberapa pemain yang belum mendapat kesempatan bermain dan mereka akan kami turunkan. Kami juga ingin melihat perkembangan pemain asing yang sedang trial sekaligus memantapkan tim,” ujar Eko dalam sesi latihan di Surabaya, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga : PSMS Medan Dipermalukan Port FC di Piala Presiden, Peringatan Keras untuk Promosi Liga 1?

Eko menegaskan rotasi ini bukan sembarang eksperimen, melainkan proses evaluasi menyeluruh. Tim pelatih ingin memiliki gambaran utuh kekuatan skuad sebelum kompetisi resmi bergulir.

“Besok memang akan ada rotasi pemain. Ini bagian dari pramusim dan proses pematangan tim. Ada beberapa pemain yang belum bermain dan mereka akan mendapat kesempatan,” jelas mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu.

Meski menurunkan komposisi berbeda, Eko menegaskan PSMS tetap datang dengan semangat juang tinggi.

“Kami ingin menunjukkan permainan terbaik. Kami tahu Persebaya adalah tuan rumah dan memiliki kualitas yang bagus. Kami memiliki dua hari untuk mempersiapkan pertandingan ini dan waktu tersebut kami manfaatkan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Di kubu tuan rumah, Persebaya Surabaya datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menundukkan Persija Jakarta 1-0 pada laga perdana.

Namun, pelatih Bernardo Tavares menolak jemawa. Ia justru mewanti-wanti agar anak asuhnya tak menganggap remeh PSMS.

“Jangan hanya melihat pertandingan terakhir mereka karena besok akan menjadi pertandingan yang berbeda. Saya yakin ini akan menjadi laga yang sulit bagi kami,” kata Tavares di sela latihan di GBT.

Pelatih asal Portugal itu menilai PSMS akan tampil dengan motivasi lebih tinggi karena menghadapi tim Indonesia yang lebih mereka kenal dibandingkan saat melawan Port FC.

Pertemuan PSMS dan Persebaya selalu menghadirkan nuansa nostalgia. PSMS Medan tercatat sebagai salah satu klub tersukses dengan koleksi tujuh gelar Perserikatan, sementara Persebaya juga memiliki tradisi juara dan suporter yang tak kalah loyal.

Meski dalam beberapa musim terakhir keduanya jarang bertemu karena berada di kasta berbeda, gengsi duel ini tak pernah pudar.

Bagi PSMS, laga di GBT adalah panggung untuk membuktikan daya saing melawan tim papan atas Liga 1. Bagi Persebaya, ini adalah kesempatan menjaga tren positif dan mengukur perkembangan tim.

Dengan rotasi yang disiapkan Eko Purdjianto dan strategi matang dari Bernardo Tavares, duel klasik Duo Hijau ini diprediksi berjalan sengit dan penuh kejutan. Pantau terus duel seru ini hanya di kanal berita olahraga terpercaya! (FD)