PAD Sumut Tembus Rp3,48 Triliun di Pertengahan 2026, Gebyar Pajak dan GAS-KEN Jadi Kunci Sukses!
MEDAN — Kabar menggembirakan datang dari sektor fiskal Sumatera Utara. Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumut justru menunjukkan performa yang melesat bak roket!
Hingga 28 Juli 2026, realisasi PAD Sumut telah menembus angka Rp3,48 triliun, atau setara dengan 50,01% dari target tahunan sebesar Rp6,9 triliun.
Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi upaya pembangunan di Bumi Tanah Batak. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut, Sutan Tolang Lubis, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras menggenjot 7 (tujuh) jenis pajak daerah dan retribusi.
Berbeda dari biasanya, jika Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sering menjadi andalan, kali ini ada kejutan dari sektor lain. Berikut rincian capaian per 28 Juli 2026:
· Pajak Air Permukaan menjadi bintang lapangan dengan realisasi mencapai 79,69% dari target. Angka ini menunjukkan kesadaran pelaku usaha dan pengelolaan sumber daya air mulai optimal.
· Pajak Rokok dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) berjalan seimbang, masing-masing di angka 50,06% dan 50,03%.
· Sementara itu, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat di angka 41,60% dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 43,88%.
Apa resep sukses Sumut di tahun ini? Sutan Tolang menjelaskan bahwa pihaknya tidak lagi hanya mengandalkan pendekatan konvensional. Dua program unggulan menjadi motor penggerak utama:
1. Gebyar Pajak dengan Total Hadiah Rp19 Miliar
Berbeda dengan kebijakan pemutihan yang biasanya identik dengan “penghapusan dosa”, Bapenda Sumut memilih jalur apresiasi.
Program ini memberikan hadiah menarik bagi wajib pajak yang disiplin dan taat membayar tepat waktu.
“Paradigmanya kita ubah. Apresiasi kita berikan pada masyarakat yang bayar pajak tepat waktu, bukan yang terlambat,” tegas Sutan.
Hasilnya? Dalam sebulan setelah program diluncurkan (9 Maret – 9 April 2026), penerimaan PKB melonjak 30% atau naik sekitar Rp28 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu.
Bayangkan, ada ribuan hadiah yang disiapkan, mulai dari emas batangan, sepeda motor, iPhone 17, hingga paket umrah dan mobil Toyota Innova Reborn!
2. Gerakan Sadar Pajak Kendaraan (GAS-KEN)
Jika Gebyar Pajak adalah “iming-iming” manis, maka GAS-KEN adalah “tangan dingin” yang menjemput bola.
Petugas Bapenda turun langsung ke jalan, menyapa masyarakat di pusat keramaian hingga ke rumah-rumah warga.
“Ini teknik himbauan dan menyapa sampai ke lapisan masyarakat,” ujar Sutan.
Tak hanya pajak, sektor retribusi daerah juga menunjukkan tren positif. Realisasi retribusi hingga 28 Juli 2026 telah mencapai Rp143,29 miliar, atau 58,92% dari target tahun ini sebesar Rp243,2 miliar. Retribusi ini mencakup jasa umum, jasa usaha, dan perizinan tertentu.
Peningkatan PAD bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah modal vital untuk membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, dan layanan kesehatan di Sumatera Utara.
Dengan target PAD 2026 yang meningkat Rp547,76 miliar dari tahun sebelumnya, setiap rupiah pajak yang dibayar masyarakat akan kembali lagi dalam bentuk pembangunan yang lebih baik.
“Harapan kita tentunya semakin meningkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sebagai wujud partisipasi dalam Pembangunan Sumatera Utara,” pungkas Sutan.
Dengan capaian 50% di pertengahan tahun, optimisme untuk mencapai target Rp6,9 triliun di akhir 2026 kini bukanlah mimpi. Sumut sedang bergerak, dan kesadaran pajak adalah kunci utamanya! (Rel)