Sinergi Bapenda Medan & Kanwil DJP Sumut I: Kolaborasi Data Pajak untuk Kejar Target PAD Rp3,8 Triliun

112

MEDAN – Medan, ibu kota Sumatra Utara, kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun kemandirian fiskal.

Di tengah target ambisius Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp3,8 triliun pada 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan mengambil langkah terobosan dengan menggandeng mitra strategis di tingkat pusat.

Selasa (28/7/2026) lalu, rombongan Bapenda yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda M. Agha Novrian melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sumatra Utara I di Jalan Sukamulia.

Bukan sekadar kunjungan seremonial, pertemuan ini menjadi momentum penting bagi sinergi vertikal antara pemungut pajak pusat dan daerah.

Di balik target besar PAD, tantangan klasik masih menghantui: potensi kebocoran dan rendahnya kepatuhan wajib pajak.

Kepala Kanwil DJP Sumut I, Belis Siswanto, menekankan bahwa salah satu kunci utama untuk menjawab tantangan tersebut adalah penyelarasan data wajib pajak.

Baca Juga : Bapenda Medan Gandeng Kanwil Kemenkum Sumut, Inovasi Pajak Daerah Dikawal Kepastian Hukum

Data yang valid dan terintegrasi sangat krusial bagi Bapenda untuk memetakan potensi dan memaksimalkan penggalian pajak. Selama ini, perbedaan data antara pemerintah daerah dan pusat seringkali menjadi ganjalan.

Contoh nyata terjadi pada penagihan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) kepada PLN, di mana selisih data mencapai miliaran rupiah. Sinergi ini diharapkan menjadi solusi atas ketimpangan data yang menghambat optimalisasi PAD.

Selain penyelarasan data, Belis Siswanto juga membuka peluang bagi Bapenda untuk mengadopsi berbagai program unggulan dari kementerian pusat. Program-program tersebut diharapkan menjadi referensi dalam menyempurnakan inovasi pemungutan pajak daerah di Medan.

Optimalisasi PAD bukan sekadar urusan angka di atas kertas. Setiap rupiah yang masuk ke kas daerah akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, dan program kesejahteraan.

Digitalisasi sistem pembayaran, yang saat ini tengah digalakkan, juga akan memudahkan warga dalam membayar kewajiban pajak. Sistem yang transparan dan akurat meminimalisir potensi pungutan liar dan memastikan setiap kontribusi warga tepat sasaran.

Kunjungan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja sama yang lebih erat. Kepala Bapenda M. Agha Novrian menyatakan bahwa sinergi ini adalah bentuk komitmen untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik.

Di sisi lain, Belis Siswanto berharap Bapenda Medan semakin profesional, sehingga visi besar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan dalam membangun kota dapat terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.

Sinergi antara Bapenda Medan dan Kanwil DJP Sumut I ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci keberhasilan dalam membangun kemandirian fiskal dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan optimalisasi data dan penguatan sinergi ini, optimisme untuk mencapai target PAD Rp3,8 triliun dan mewujudkan Medan yang lebih maju dan sejahtera semakin terbuka lebar. (Rel)