Dari Tropis ke Empat Musim! Dekranasda Medan Bikin Panggung IFW 2026 Bergemuruh lewat Koleksi Four Seasons
MEDAN – Horas! Pekan mode terbesar Tanah Air, Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, baru saja menyaksikan kejutan spektakuler dari Kota Medan.
Bukan sekadar deretan kain dan jahitan, panggung Jakarta Convention Center (JCC) berubah menjadi kanvas kreativitas yang memukau ketika Ketua Dekranasda Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, menggandeng empat desainer kebanggaan Medan—Riki Damanik, Harry Hasibuan, Dita Mayenda, dan Ayu Andira—untuk mempersembahkan koleksi bertajuk Four Seasons (Empat Musim).
Apa yang membuat ini begitu istimewa? Indonesia adalah negeri tropis dengan dua musim: hujan dan kemarau. Namun, para desainer Medan membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas geografis.
Mereka dengan berani menerjemahkan karakter musim semi, panas, gugur, dan dingin ke dalam busana yang tetap sarat dengan budaya lokal.
“Kreativitas itu tidak mengenal batas. Justru di sanalah letak tantangan utamanya, bagaimana kita mengolah estetika dan filosofi empat musim tanpa melupakan sentuhan budaya serta kearifan lokal yang menjadi identitas utama Kota Medan,” ujar Airin Rico Waas dengan penuh semangat.
Setiap desainer membawa interpretasi uniknya. Ayu Andira menghadirkan nuansa Spring melalui warna-warna ceria, ornamen bunga, dan potongan feminim seperti jaket ulos dengan kerah mandarin pink serta jumpsuit berkilau permata.
Riki Damanik membawa penonton ke musim gugur dengan koleksi elegan bernuansa tanah, menyulap ulos menjadi jubah berbulu hingga trench coat motif tabrak yang chic.
Sementara Harry Hasibuan dan Dita Mayenda turut memukau dengan siluet, tekstur, dan detail khas Medan yang menjadi benang merah menghubungkan inspirasi global dengan identitas lokal.
Namun kejutan tak berhenti di koleksi busana. Panggung bergemuruh ketika alunan lagu “Anak Medan” menggema, mengiringi langkah para model. Irama yang energik dan familier itu membuat seluruh ruangan hidup.
Penampilan memukau dari seniman Jacky Sembiring bersama Voice Off Indonesia berhasil menghipnotis penonton sorakan, tepuk tangan, dan euforia memenuhi setiap sudut ruang peragaan. Ini bukan sekadar fashion show; ini adalah pertunjukan seni budaya yang utuh.
Kehadiran Dekranasda Kota Medan di IFW 2026 bukanlah sekadar unjuk karya. Ini adalah panggung nyata untuk membuktikan bahwa karya anak daerah mampu berdiri sejajar, tampil inovatif, dan membawa identitas lokal menuju kancah mode kelas atas.
Di tengah gelaran IFW 2026 yang mengusung tema besar “Ulos Simetria” —dengan Sumatera Utara sebagai provinsi pengusung—langkah Medan ini menjadi simbol bahwa warisan budaya seperti kain ulos tidak hanya dilestarikan, tetapi juga direvitalisasi menjadi mode kontemporer yang mendunia. Dari Medan untuk Indonesia, dari tropis untuk empat musim. Horas! (Rel)