Sungai Sikkam Dangkal, Pemkab Simalungun Segera Lakukan Normalisasi

539

SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun menyiapkan sejumlah langkah jangka panjang untuk mencegah banjir kembali terjadi di kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, setelah wilayah tersebut diterjang banjir akibat meluapnya Sungai Sikkam.

Langkah itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, saat meninjau lokasi pascabanjir di Serbelawan, Sabtu (1/8/2026).

Mixnon mengatakan normalisasi Sungai Sikkam menjadi prioritas utama karena hasil peninjauan menunjukkan tingginya sedimentasi yang menyebabkan kapasitas sungai berkurang.

“Langkah pertama yang akan segera dilaksanakan adalah normalisasi Sungai Sikkam,” kata Mixnon.

Menurutnya, pendangkalan sungai membuat aliran air tidak mampu menampung debit yang meningkat saat curah hujan tinggi sehingga memicu luapan ke kawasan permukiman dan pasar.

Selain normalisasi sungai, Pemkab Simalungun juga berencana membangun embung dan kawasan resapan air di sejumlah titik strategis. Program tersebut akan dikoordinasikan bersama sejumlah perusahaan yang berada di sekitar wilayah hulu, termasuk kawasan PTPN IV Kebun Dolok Ilir, PT Bridgestone, serta wilayah Kecamatan Tapian Dolok.

Baca Juga: Bupati Simalungun Terbitkan SE Batasi Penangkapan Ikan Pora-pora di Danau Toba

Pembangunan embung dan area resapan air itu bertujuan menahan laju aliran air hujan sebelum masuk ke Sungai Sikkam sehingga lonjakan debit air dapat dikendalikan.

Pemkab Simalungun juga merencanakan langkah serupa di kawasan PLTA Dolok Ilir untuk menjaga kelancaran aliran air dan mengurangi risiko genangan di wilayah hilir.

Dalam upaya penanganan jangka panjang, Pemkab Simalungun turut berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara dan tim konsultan dari Universitas Sumatera Utara (USU) guna menyusun kajian teknis sebagai dasar penanganan banjir.

Mixnon menyebut seluruh program tersebut ditargetkan mulai direalisasikan tahun ini sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi risiko banjir yang mengancam masyarakat.

Saat meninjau lokasi, Sekda juga mendatangi dapur umum yang beroperasi di Kantor Lurah Serbelawan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak banjir terpenuhi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Simalungun Budiman Silalahi mengatakan pihaknya masih menyiagakan personel untuk membantu proses pemulihan pascabanjir.

Menurut Budiman, BPBD fokus melakukan pembersihan lingkungan, pendataan dampak bencana serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.

“Kami juga terus memantau kondisi cuaca dan situasi di lapangan agar penanganan dapat segera dilakukan jika terjadi kondisi yang tidak diinginkan,” ujarnya. (RS)