Camat Medan Labuhan Blusukan ke Perusahaan, Opsir PBB Jadi Kunci Kejar Target Rp805 Miliar!

137

MEDAN – Aksi blusukan Camat Medan Labuhan, Elias Padang, ST, M.Si, bersama jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan UPT VII, Kamis (30/7/2026) menyita perhatian.

Bukan sekadar kunjungan biasa, ini adalah operasi sadar pajak atau yang lebih dikenal dengan istilah Opsir PBB dengan sasaran sejumlah perusahaan di wilayah Kecamatan Medan Labuhan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjemput bola yang digencarkan Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Waas.

Mengapa ini penting? Karena target PBB Kota Medan tahun 2026 melonjak menjadi Rp805,7 miliar, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp792,7 miliar.

Untuk mencapai angka sebesar itu, pendekatan konvensional lewat surat dan himbauan jarak jauh jelas tidak cukup. Dibutuhkan sentuhan langsung dan pendekatan persuasif di lapangan.

Camat Elias Padang dan tim Bapenda UPT VII tidak hanya datang untuk menyampaikan tagihan. Mereka hadir untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan wajib pajak, sekaligus memastikan bahwa dunia usaha di Medan Labuhan memahami bahwa membayar pajak adalah investasi untuk pembangunan daerah itu sendiri.

Dalam setiap kunjungan, disampaikan pula berbagai kemudahan yang kini tersedia bagi para wajib pajak. Mulai dari kanal pembayaran digital melalui aplikasi, hingga program-program keringanan seperti diskon PBB hingga 75 persen yang tengah berlangsung.

Baca Juga : Kisah Warga : Ketika PBB Bengkak Tiga Kali Lipat, Bapenda Medan Datang ke Rumah dan Minta Maaf

Yang menarik, kunjungan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah bagian dari komitmen besar Pemko Medan untuk mengubah wajah pelayanan pajak.

Baca Juga : Kisah Warga : Ketika PBB Bengkak Tiga Kali Lipat, Bapenda Medan Datang ke Rumah dan Minta Maaf

Wali Kota Rico Waas bahkan telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk “tancap gas” sejak awal tahun dengan mendistribusikan 542.166 lembar Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB—total nilai ketetapan mencapai Rp972 miliar lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.

Lebih revolusioner lagi, tahun 2026 menjadi momentum terakhir penggunaan SPPT fisik secara masif. Tahun depan, Kota Medan akan beralih ke e-SPPT, sebuah langkah digitalisasi yang diyakini akan meningkatkan transparansi, profesionalisme, dan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya.

Namun, digitalisasi saja tidak cukup. Wali Kota Rico Waas dengan tegas mengingatkan bahwa integritas aparat adalah fondasi utama.

“Enggannya masyarakat membayar pajak seringkali karena bertemu oknum yang tidak bertanggung jawab. Saya minta Bapenda dan kewilayahan harus bersih dari praktik oknum. Jika kita profesional, masyarakat pasti percaya dan sukarela membangun kotanya lewat pajak,” tegasnya.

Dengan adanya Opsir PBB yang dipimpin langsung Camat Elias Padang, diharapkan kesadaran dan kepatuhan para wajib pajak, khususnya di sektor perusahaan, semakin meningkat.

Pajak yang dibayarkan tepat waktu akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik yang lebih baik di Kota Medan, terutama di wilayah Kecamatan Medan Labuhan.

Gerakan ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Mereka turun ke jalan, masuk ke perusahaan, dan mengajak semua pihak berkontribusi nyata untuk Medan yang lebih maju. Sudahkah Anda menunaikan kewajiban PBB Anda.

Ikuti terus berita dan informasi terbaru seputar pembangunan dan pajak daerah Kota Medan hanya di sini. (Rel)