PRSU 2026 Tutup Usia Emas dengan Rp50 Miliar: Transformasi Ekonomi Sumut yang Mendunia

152

MEDAN – Tirai Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 resmi ditutup Minggu (2/8/2026) malam, mengakhiri perhelatan 31 hari yang bersejarah.

Di usia emasnya yang ke-50, ajang kebanggaan masyarakat Sumut ini tidak sekadar menjadi pesta rakyat, tetapi juga lokomotif ekonomi dengan putaran uang mencapai Rp50,7 miliar.

Selama sebulan penuh sejak 3 Juli, PRSU 2026 yang mengusung tema “Harmoni Emas” berhasil menarik 161.309 pengunjung. Angka ini mungkin belum mencapai target ideal, namun seperti ditegaskan Direktur Utama PT PPSU, Ferry Indra, pihaknya sengaja mengutamakan kualitas penyelenggaraan.

“Kami tidak hanya memandang kuantitas, tetapi juga kualitas keamanan, kenyamanan, dan tata kelola. Ini adalah proses transformasi PRSU ke arah yang lebih baik,” ujar Ferry.

Transformasi ini terbukti nyata. PRSU 2026 menghadirkan 50 peserta pameran terpadu dari OPD, perguruan tinggi, hingga UMKM, serta paviliun Pulau Pinang, Malaysia sebagai satu-satunya negara sahabat.

Lebih dari 3.000 pengisi acara turut meramaikan, dengan 75 persen di antaranya adalah talenta lokal Sumut—komitmen nyata mengangkat potensi anak daerah.

Baca Juga : Peta Jalan PRSU Menuju Panggung Dunia: DPR dan Bobby Nasution Siapkan Sumut Jadi Primadona Investasi & Wisata

Wakil Gubernur Sumut, Surya, dalam sambutan penutupannya menekankan bahwa PRSU telah menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Semoga kolaborasi di PRSU ini menjadi energi untuk lebih banyak menarik investasi, meningkatkan UMKM kita, pariwisata, dan sektor-sektor lainnya,” tegasnya.

Pemprov Sumut berkomitmen menjadikan dampak PRSU tidak berhenti di arena pameran. Ke depan, penguatan iklim investasi, peningkatan daya saing daerah, dan layanan publik yang prima akan terus digenjot agar efek ekonominya berkelanjutan.

PRSU 2026 bukan sekadar ajang hiburan. Lebih dari itu, ini adalah etalase ekonomi kreatif dan investasi. Acara penutupan juga menjadi panggung apresiasi bagi para pemenang lomba, mulai dari tari kontemporer, senam kreasi, hingga penghargaan Paviliun Terbaik yang diraih Kabupaten Deli Serdang.

Dengan berakhirnya PRSU 2026, Sumatera Utara kini punya modal besar: sebuah event yang mampu menggerakkan ekonomi Rp50 miliar, memberdayakan ribuan pelaku lokal, dan menarik perhatian investor.

Ini bukan sekadar penutupan, melainkan pembukaan babak baru bagi Sumut sebagai destinasi investasi dan pariwisata unggulan di Indonesia. (Rel)