Prabowo Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61% di Sidang MPR, M Agha : Ini Momentum Percepatan PAD!

343

MEDAN — Rapat Paripurna DPRD Kota Medan berlangsung khidmat Jumat (14/8/2026) pagi. Bukan agenda biasa, para wakil rakyat dan jajaran kepala daerah berkumpul sejak pukul 08.30 WIB untuk menyaksikan langsung momen kenegaraan paling dinanti Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dari Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta.

Di antara deretan pejabat yang hadir, satu sosok menarik perhatian Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M. Agha Novrian. Kehadirannya di ruang paripurna bukan sekadar seremonial, melainkan pernyataan tegas bahwa arah kebijakan fiskal daerah harus selaras dengan visi besar pembangunan nasional.

Di tengah gempuran ketidakpastian ekonomi global disrupsi rantai pasok, gejolak geopolitik, hingga ancaman perang dagang—sinergi antara pusat dan daerah menjadi harga mati.

Di layar lebar ruang sidang, Presiden RI Prabowo Subianto tampil memukau dengan pidato kenegaraan bertajuk “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Selama 115 menit atau hampir dua jam penuh, Presiden memaparkan rentetan capaian yang membuat ruangan hening.

Puncaknya? Pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I dan semester I 2026 tercatat 5,61% rekor tertinggi dalam 13 tahun terakhir!

Baca Juga : QRESTO: Revolusi Digital Pajak Daerah dari Medan, Split Bill Real-Time Pertama di Indonesia yang Bikin PAD Melonjak!

Angka ini melampaui target awal 5,4%, bahkan pemerintah optimistis dapat menyentuh 6% di akhir tahun.

Presiden juga mengungkapkan bahwa dalam 21 bulan memimpin (663 hari), pemerintahannya telah meluncurkan 121 kebijakan transformatif rata-rata satu kebijakan setiap lima hari.

Mulai dari swasembada delapan komoditas pangan, pemangkasan 145 aturan pupuk bersubsidi, hingga pembangunan 3.000 titik air bersih dan 2.500 jembatan desa oleh TNI.

Tema besar HUT ke-81 RI kali ini bukan sekadar slogan. “Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat, kemakmuran harus dinikmati oleh rakyat, bukan untuk segelintir orang,” tegas Presiden di hadapan 629 anggota MPR yang hadir.

Bagi M. Agha Novrian, pidato ini adalah peta jalan. Sebagai ujung tombak pendapatan asli daerah (PAD) Medan yang ditargetkan Rp3,64 triliun di 2026, ia memahami betul bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang solid adalah fondasi bagi kapasitas fiskal daerah.

Bapenda Medan sendiri terus berinovasi mengintensifkan sistem pajak digital QRESTO, menagih tunggakan pajak Rp1,4 miliar dalam sebulan, hingga menjalin sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi pekerja sektor hotel dan restoran.

Suasana di Gedung DPRD Medan mencerminkan optimisme yang sama. Para kepala dinas lainnya turut menyimak dengan saksama, mencatat setiap arahan yang bisa diturunkan ke program kerja masing-masing.

Sidang yang dijadwalkan selesai sebelum salat Jumat ini menjadi pengingat: kemakmuran Indonesia dimulai dari kerja kolektif, dari Senayan hingga ke pelosok Medan.

Satu hal pasti dengan fundamental ekonomi yang kokoh dan kebijakan transformatif yang terus bergulir, tahun 2026 adalah tahun eksekusi.

Dan Medan, dengan segala potensi pajak daerahnya, siap menjadi bagian dari loncatan besar menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (Rel)