Gempa M6,4 Guncang Simalungun, Getaran Terasa Hingga 3 Provinsi! Ini Fakta Terkininya

345

MEDAN – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu (15/8/2026) sore sekitar pukul 17.54 WIB.

Guncangan dahsyat ini dirasakan hingga ke tiga provinsi sekaligus: Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat pada koordinat 2,97 Lintang Utara dan 98,95 Bujur Timur, tepatnya 10 kilometer tenggara Simalungun.

Gempa ini tergolong gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng dengan kedalaman mencapai 163 kilometer.

Kepala BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, memastikan bahwa gempa ini TIDAK berpotensi tsunami. Namun, getarannya terasa sangat kuat di sejumlah wilayah.

Baca Juga : Cuma 10 Km! Gempa M5.6 Gayo Lues Siang Ini Mengancam, BMKG: Waspada Longsor & Gempa Susulan!

Berdasarkan peta guncangan (shakemap) BMKG, skala intensitas terbesar mencapai V MMI di Kota Tebingtinggi, Kota Kabanjahe, dan Kota Limapuluh getaran dirasakan hampir seluruh penduduk dan banyak orang terbangun.

Sementara di Raya Simalungun, Panombeian Pane, Panei, Kota Pematangsiantar, dan Kota Pangururan, guncangan berada di skala IV MMI. Getaran skala III MMI juga dilaporkan terjadi di Lubuk Pakam dan Banda Aceh.

Salah satu warga Medan, Wilis, mengaku sempat panik karena guncangan terasa lebih lama dari biasanya.

“Biasanya cuma sebentar, tapi yang ini terasa lebih lama. Tetangga-tetangga juga langsung keluar rumah untuk memastikan kondisi aman,” ujarnya.

Kepanikan serupa juga terjadi di Aceh, di mana warga Desa Suak Ribee, Meulaboh, langsung berlarian keluar rumah.

Hingga pukul 18.16 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Tips aman, jika anda merasakan guncangan, segera cari perlindungan di bawah meja atau struktur kuat, dan jauhi bangunan tinggi serta kaca. Pantau terus informasi resmi hanya dari BMKG dan pemerintah daerah. Stay safe, Simalungun! (FD)