Rp50 Miliar Mengalir! Bobby Nasution Siapkan Jurus Jitu Bangkitkan UMKM Sumut, Kuliner “Enak Kali” Siap Naik Kelas
MEDAN – Kabar menggembirakan datang bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Utara.
Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi mengumumkan alokasi anggaran fantastis sebesar Rp50 miliar yang akan dikucurkan khusus untuk permodalan UMKM pada tahun depan.
Langkah strategis ini bukan sekadar suntikan dana, melainkan sebuah gerakan besar untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di Bumi Tanah Deli sekaligus mendukung ambisi nasional mencetak 10 juta wirausaha baru.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Bobby Nasution di tengah gelaran Bursa Wirausaha Unggulan yang berlangsung meriah di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8/2026).
Acara yang mengusung tema inspiratif “Berani Mulai, Bertumbuh, dan Siap Berdampak” itu menjadi panggung kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan para penggerak ekonomi kerakyatan.
Turut hadir mendampingi, Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, serta Rektor USU Prof. Muryanto Amin.
Bobby Nasution membeberkan data yang menjadi pijakan kebijakan ini. Saat ini, Sumut memiliki sekitar 1,4 juta unit UMKM dengan rasio kewirausahaan mencapai 4,1%.
Namun, fakta mengejutkan terungkap: hampir 99% dari jumlah tersebut (98,9% tepatnya) masih bergerak di level usaha mikro dan kecil. Di sisi lain, dari total angkatan kerja Sumut yang mencapai 8,16 juta jiwa, masih ada sekitar 5% yang belum terserap ke dunia kerja atau usaha.
“Ini PR besar kami. Makanya, penguatan UMKM adalah keniscayaan. Ini bukan pekerjaan pemerintah saja, butuh kolaborasi semua pihak,” tegas Bobby di hadapan ratusan pelaku UMKM yang hadir.
Menurutnya, sektor kuliner dan pariwisata adalah lokomotif utama ekonomi Sumut. Dengan gaya khasnya yang santai namun tegas, ia melontarkan candaan yang mengundang gelak tawa “Kalau kuliner kita memang hanya dua pilihan, enak atau enak kali.”
Namun, di balik candaan itu, ia menyoroti satu masalah klasik yang menghambat perkembangan para pedagang: permodalan.
“Makanya, selain melalui Bank Sumut dengan bunga ringan, tahun depan kita akan kucurkan Rp50 miliar bantuan usaha untuk UMKM,” ujarnya, yang langsung disambut tepuk tangan meriah para pelaku usaha.
Namun, Gubernur Bobby tidak berhenti di soal uang. Ia menegaskan bahwa pelaku UMKM juga sangat membutuhkan pelatihan dan pembinaan melalui program inkubasi usaha.
Pendampingan ini akan mencakup manajemen usaha, konsultasi bisnis, hingga promosi produk agar usaha mereka bisa naik kelas dan berkelanjutan.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang turut angkat bicara memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menekankan bahwa bantuan modal hanyalah awal.
Yang lebih krusial adalah kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan secara disiplin.
“Modal usaha tidak bisa dipakai ke tempat lain, harus fokus. Yang bisa dipakai adalah margin atau keuntungan yang kita kategorikan sebagai gaji,” pesan Maman.
Ia juga memperkenalkan Program Kesejahteraan Rakyat (Prokesra) Produktif sebagai strategi nasional untuk memperkuat sistem kewirausahaan dari hulu ke hilir.
Dengan gelontoran dana Rp50 miliar dan pendampingan penuh, Sumut kini siap melahirkan generasi baru wirausahawan tangguh.
Program ini bukan hanya tentang angka, tapi tentang bagaimana UMKM bisa menjadi tulang punggung ekonomi rakyat dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. (Rel)