Rumah Warga Medan Johor Dibangun Kembali Sepenuhnya oleh Pemprov Sumut

417

MEDAN – Badai puting beliung yang menerjang Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, pada Selasa (18/8/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi 167 kepala keluarga.

Atap rumah beterbangan, tembok roboh, dan permukiman porak-poranda.Namun di balik kehancuran itu, muncul secercah harapan.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, turun langsung ke lokasi bencana di Kelurahan Suka Maju, Jumat (21/8/2026) sore, dan membuat gebrakan yang membedakannya dari kepemimpinan sebelumnya rumah warga yang rusak akan dibangun kembali secara menyeluruh oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara — tanpa membebani warga dengan biaya tambahan sedikit pun.

Bobby menilai selama ini skema bantuan bencana yang diberikan hanya berupa sebagian material bangunan justru tidak efektif. Mayoritas korban berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Ketika hanya diberikan sebagian kebutuhan material, warga tetap harus merogoh kocek untuk menutupi kekurangannya.

“Kalau bantuan musibah harus selesai. Jangan warga sudah kena musibah masih harus beli lagi kekurangannya. Yang rusak kita bangun, yang hancur kita bangun baru.”

Tegas Bobby di hadapan warga terdampak. Pernyataan ini sekaligus menjadi pembeda tegas antara bantuan reguler yang bersifat stimulan dengan bantuan bencana yang harus tuntas.

Baca Juga : Badai Puting Beliung Di Medan Johor: 150 Rumah Rusak, Lansia Terluka, Dapur Umum Disiagakan!

Berdasarkan data terbaru dari BPBD Sumut dan jajaran Forkopimcam, sebanyak 167 unit rumah terdampak di dua kelurahan: Kelurahan Suka Maju dan Kelurahan Titi Kuning.Rincian kerusakan:

· 2 rumah mengalami rusak berat (hampir roboh total)
· 17 rumah mengalami rusak sedang (atap ambruk)
· 121-131 rumah mengalami rusak ringan (kaca pecah, atap rusak)

Cuaca ekstrem yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB ini juga menyebabkan seorang lansia berusia 71 tahun mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa kayu broti.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.Satu fasilitas pendidikan, SD Negeri 067774 di Kelurahan Suka Maju, juga terdampak dengan kerusakan ringan pada bagian atap.

Bobby menjelaskan bahwa bantuan bencana memiliki karakteristik berbeda dengan bantuan reguler.

“Kalau bantuan reguler bisa sifatnya stimulan. Tapi kalau bantuan musibah harus bisa selesai semuanya.”

Dalam peninjauannya, Bobby menemukan fakta mengejutkan sejumlah warga sebelumnya telah menerima bantuan material bangunan yang tidak mencukupi kebutuhan perbaikan rumah.

Akibatnya, mereka harus berutang atau menjual harta untuk menambal kekurangan. Kebijakan baru ini memastikan hal serupa tidak terulang.

Lebih dari sekadar janji pembangunan, Bobby juga meminta jajarannya menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi menyeluruh dalam penyaluran bantuan kebencanaan ke depan.

Pemprov Sumut kini mengambil alih penanganan secara langsung dan memastikan rumah-rumah terdampak berat maupun kehilangan atap dapat diperbaiki secara tuntas.

Selain bantuan pembangunan rumah, Bobby juga menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak. Sebelumnya, berbagai pihak telah bergerak cepat: BPBD mendirikan tenda pengungsian,Brimob Polda Sumut menurunkan dapur lapangan dengan kapasitas 400 porsi makanan,serta PDAM menyediakan mobil tangki air bersih.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi warga Medan Johor yang sebelumnya dilanda kecemasan. Banyak warga memilih bertahan di rumah rusak karena khawatir barang-barang mereka hilang. Polrestabes Medan bahkan menerjunkan dua subsatgas untuk mengamankan permukiman terdampak.

Kini, dengan kepastian bahwa rumah mereka akan dibangun kembali secara utuh, warga bisa bernapas lega. Bobby Nasution tidak hanya memberikan janji, tetapi juga mengubah paradigma penanganan bencana di Sumatera Utara — dari bantuan setengah-setengah menjadi solusi tuntas. (Rel)