Momen Langka Bobby Nasution & Presiden PKS Sepakati Rumus Rahasia Melayani Rakyat

316

MEDAN – Sebuah momen langka terjadi di Jalan Kenanga, Kota Medan, Minggu (30/8/2026). Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf (AMY), kompak meneken sebuah “rumus rahasia” kepemimpinan di tengah peresmian gedung baru Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Sumut.

Bukan sekadar gunting pita dan seremonial belaka, acara yang dihadiri para kader dan pimpinan wilayah ini menjelma menjadi panggung deklarasi kolaborasi nyata antara eksekutif dan legislatif untuk rakyat Sumut.

Di tengah sorak hadirin, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf melontarkan filosofi kepemimpinan yang menggebrak.

Menurutnya, rahasia pelayanan publik dan kepemimpinan itu sederhana, hanya dua kata: membebaskan rakyat dari rasa lapar dan melindungi mereka dari rasa ketakutan.

“Pemimpin, utamanya eksekutif, adalah manusia paling berpengaruh untuk menurunkan rahmat itu,” tegas AMY dengan penuh keyakinan.

Ini bukan sekadar pidato politik basi, melainkan sebuah standar kinerja yang mengukur keberhasilan seorang pemimpin dari kemampuannya menjamin kesejahteraan ekonomi (bebas lapar) dan rasa aman (bebas takut) bagi warganya.

Menyambut baik kedatangan rombongan PKS, Bobby Nasution langsung menyampaikan sikap politiknya yang terbuka.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut siap menerima masukan, kritikan, maupun usulan kegiatan dari PKS.

Baca Juga : Ekonomi – Nelayan Terpuruk, PKS Medan Minta Pemko Atasi Krisis Solar & Dukung Penuh Pengungkapan Mafia SPBU!

“Ini tentang cita-cita kita menjadikan Sumatera Utara yang diberkahi Allah SWT. Itu hanya bisa terwujud melalui kerja dan kolaborasi bersama,” ujar Bobby dengan tegas.

Tak lupa, ia juga mendoakan agar PKS terus berkembang dan menjadi besar di masa depan, mengapresiasi kerja-kerja nyata partai besutan AMY tersebut dalam melayani masyarakat.

Ketua DPW PKS Sumut, Andy Pranata, memandang gedung baru ini sebagai pusat kebangkitan. Kehadiran kantor dengan fasilitas ruang kaderisasi yang terstruktur ini diharapkan tak hanya meningkatkan produktivitas pengurus, tetapi menjadi pusat penguatan kaderisasi dan optimalisasi pelayanan publik di Sumatera Utara.

Fakta menarik, pembangunan ulang kantor di Jalan Kenanga ini dirancang tidak hanya sebagai tempat administrasi, tetapi juga sebagai markas dakwah dan pusat advokasi hukum bagi masyarakat.

Bahkan, pada hari yang sama, Presiden PKS juga meresmikan “Rumah Advokasi Hukum” yang siap menjembatani aspirasi dan memberikan pendampingan hukum gratis bagi warga yang membutuhkan. (Rel)