Keracunan MBG, Bobby Kirim Feby & Agnes ke Jakarta, Serukan Stop Cyberbullying

365

DELI SERDANG – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo menyisakan persoalan serius, trauma psikologis.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan dua siswa korban, Feby dan Agnes, dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk perawatan lanjutan, Sabtu (12/9/2026). Keduanya dilepas dari Bandara Kuala Namu.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meminta penanganan khusus bagi siswa yang mengalami trauma lebih berat dibanding korban lain.

Secara medis, para siswa sudah ditangani tim dokter di Sumut. Namun, kondisi psikologis Feby dan Agnes dinilai perlu monitoring lebih intens.

Baca Juga : Bobby-Gibran Turun ke Karo: Korban MBG Dijamin Sembuh, Biaya Ditanggung, Trauma Healing Jalan

“Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung dan dimonitor. Ada dua anak yang indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya, sehingga dibawa ke Jakarta,” ujar Bobby.

Ia menegaskan pemulihan korban tidak berhenti pada kesehatan fisik. Aspek mental dan psikologis anak menjadi perhatian utama. Tim dokter dari Sumut turut mendampingi proses perawatan di Jakarta agar pemulihan berjalan holistik.

Yang menarik, hasil pemeriksaan psikologis mengungkap sebagian korban mengalami gangguan mental yang dipicu komentar negatif dan perundungan di media sosial. Kasus ini tidak hanya soal makanan, tetapi juga bagaimana ruang digital bisa memperparah luka anak-anak.

“Anak-anak ini perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medisnya, tetapi juga mental dan psikisnya. Ada yang terganggu karena komentar-komentar dan cyberbullying,” kata Bobby.

Karena itu, ia meminta publik dan media menahan diri. Tim medis bahkan meminta para siswa mengurangi aktivitas di media sosial selama masa pemulihan. Dukungan empatik dinilai lebih membantu daripada sorotan yang menghakimi.

“Demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih,” tegasnya.

Pesan pentingnya kasus MBG Karo bukan sekadar berita keracunan. Ini ujian empati kolektif. Stop cyberbullying, jaga mental korban, dan pastikan pemulihan anak berjalan optimal. (Rel)