BKSDA Pastikan Bangkai Satwa di Girsang Bukan Harimau Sumatra
SIMALUNGUN – Temuan bangkai satwa liar yang sempat menghebohkan warga Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, dipastikan bukan Harimau Sumatra, melainkan macan akar.
Kepastian ini disampaikan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara setelah melakukan pemeriksaan lapangan.
Identifikasi dilakukan oleh tim BKSDA bersama Camat Girsang Sipangan Bolon Viktor Sijabat dan Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan pada Senin–Selasa (26–27 Januari 2026), menyusul informasi viral di masyarakat terkait dugaan kemunculan Harimau Sumatra.
Baca juga: Wahdi Azmi Bersinar di PDHI Awards 2025: Inspirasi Baru untuk Konservasi Satwa Liar
Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, Elvina Rosinta Dewi Simanjuntak, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan fisik menunjukkan bangkai satwa tersebut adalah macan akar.
“Berdasarkan ukuran tubuh, pola bulu, dan ciri morfologi lainnya, satwa itu adalah macan akar, bukan Harimau Sumatra. Dalam radius 500 meter lokasi penemuan juga tidak ditemukan jejak kaki harimau,” jelas Elvina.
Baca juga: Polrestabes Medan Gagalkan Perdagangan Satwa Dilindungi, 4 Ekor Lutung Sumatera dan 2 Kukang Disita
BKSDA menegaskan macan akar merupakan satwa dilindungi, namun ukurannya lebih kecil dan tingkat ancamannya tidak seperti Harimau Sumatra. Masyarakat diminta tidak panik, tetap waspada, serta tidak melakukan perburuan terhadap satwa liar.
Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan menambahkan, penyisiran yang dilakukan bersama warga juga tidak menemukan tanda keberadaan Harimau Sumatra. Meski demikian, koordinasi dengan BKSDA tetap dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman.
Camat Girsang Sipangan Bolon Viktor Sijabat mengimbau warga beraktivitas seperti biasa, dengan tetap memperhatikan waktu dan lingkungan sekitar.
“Hasilnya jelas, bukan Harimau Sumatra. Jika warga menemukan tanda-tanda mencurigakan, segera lapor ke pihak berwenang,” tegas Viktor.
Pemerintah kecamatan bersama BKSDA dan kepolisian memastikan pemantauan tetap dilakukan guna menjaga keamanan warga sekaligus kelestarian satwa liar. (RS)