Bobby dan Letnan Dalimunthe Perkuat Kolaborasi Pembangunan Infrastruktur serta Huntap di Padangsidimpuan
MEDAN – Sinergi antara Pemprov Sumut dan Pemko Padangsidimpuan terus diperkuat. Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, menerima audiensi Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe beserta jajaran OPD di Aula Tengku Rizal Nurdin, kemarin.
Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting dalam membahas berbagai program prioritas pembangunan di Kota Padangsidimpuan.
Mulai dari pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana, penguatan layanan kesehatan, hingga peningkatan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.
Bobby menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk terus mendorong pembangunan yang merata di seluruh daerah.
“Pemprov Sumut terus berupaya menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program hunian tetap, peningkatan layanan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari upaya tersebut,” ujar Bobby.
Terkait infrastruktur, Bobby menegaskan bahwa pembangunan dan perbaikan jalan tetap menjadi prioritas Pemprov Sumut.
Pada tahun 2026, Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran infrastruktur sekitar Rp1,9 triliun yang akan digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan dan skala prioritas daerah.
Anggaran sebesar itu merupakan bagian dari implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diusung Gubernur Bobby Nasution melalui Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (Instansi).
Dari total tersebut, Rp1,37 triliun dialokasikan khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan.
Rinciannya meliputi pembangunan jalan sepanjang 86 kilometer, pemeliharaan berkala jalan 11,91 kilometer, rehabilitasi jalan 10 kilometer, pembangunan turap/talud/bronjong di 17 titik, serta pembangunan jembatan sepanjang 32 meter.
Tak hanya itu, untuk program Proyek Strategis Daerah (PSD), Pemprov Sumut mengalokasikan Rp320,2 miliar khusus untuk pembangunan ruas jalan baru yang menjadi penghubung wilayah terisolasi dan kawasan strategis. Secara keseluruhan, dari program PHTC dan PSD, terdapat 141 kilometer jalan yang akan dibangun pada tahun 2026.
Salah satu fokus utama dalam audiensi tersebut adalah pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sumut, khususnya terhadap pembangunan 100 unit hunian tetap yang saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Program hunian tetap ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Letnan Dalimunthe.
Program huntap ini merupakan bagian dari upaya percepatan rehabilitasi pascabencana yang melanda Kota Padangsidimpuan.
Sebelumnya, pada November 2025, banjir dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Utara, termasuk Kota Padangsidimpuan, yang mengakibatkan empat orang tewas dan ratusan warga terdampak.
Di Padangsidimpuan sendiri, satu warga meninggal dunia dan 870 warga terdampak akibat bencana tersebut.
Wali Kota Letnan Dalimunthe menyebut pembangunan huntap merupakan harapan baru bagi masyarakat pascabencana.
“Pembangunan hunian tetap ini merupakan harapan baru bagi masyarakat yang terdampak bencana. Pemerintah akan terus berupaya memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat segera menempati hunian yang aman, nyaman, dan layak huni,” tegasnya.
Pada audiensi tersebut, Pemerintah Kota Padangsidimpuan juga menyampaikan dukungan Pemprov Sumut untuk pembangunan ruas jalan strategis, termasuk jalur Angkola Julu–Batunadua.
Jalur ini merupakan akses penting yang menghubungkan Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua dan Padangsidimpuan Angkola Julu.
Kondisi jalan provinsi di kawasan ini selama ini dikeluhkan masyarakat karena kerusakan parah yang hampir merata, mulai dari Batunadua hingga Angkola Julu.
Warga bahkan mendesak perbaikan karena jalan rusak berat menyulitkan akses transportasi dan aktivitas ekonomi. Dengan adanya dukungan Pemprov Sumut, diharapkan ruas jalan strategis ini segera mendapatkan perhatian dan perbaikan.
Kota Padangsidimpuan, yang dikenal dengan julukan Kota Salak karena dikelilingi perbukitan dan gunung yang menjadi kawasan perkebunan buah salak, merupakan kota terbesar di wilayah Tapanuli.
Dengan luas wilayah mencapai 114,66 km² dan populasi sekitar 231.266 jiwa pada pertengahan 2024, kota ini berada pada persimpangan jalur darat yang menghubungkan Medan, Sibolga, dan Padang di jalur lintas barat Sumatera. (Rel)