Bobby Nasution Beri Ultimatum Tegas: THM Ilegal di Langkat
MEDAN — Sebuah ultimatum keras dilayangkan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Dengan tegas ia menyatakan: TIDAK ADA TOLERANSI bagi usaha ilegal yang mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas)!
Sikap besi ini muncul setelah Plt Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, melaporkan kasus Tempat Hiburan Malam (THM) Blue Night di Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Fakta yang terungkap sungguh mencengangkan.
Tempat yang awalnya mengantongi izin sebagai “karaoke keluarga” ini telah menjelma menjadi THM yang diduga kuat menjadi sarang peredaran narkoba.
Lebih mengerikan lagi, dua pengunjung dilaporkan tewas akibat overdosis di lokasi tersebut. Meski sudah disegel Pemkab Langkat bersama Forkopimda, segel tersebut diduga dicabut paksa dan usaha kembali beroperasi. “Kami punya dokumentasi foto dan video,” tegas Tiorita.
Bobby pun langsung merespons dengan pendekatan “zero tolerance”. “Kalau memang izinnya sudah dicabut dan legalitasnya tidak ada, tentu tidak boleh beroperasi. Kita tindak sesuai aturan,” ujar Bobby di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (8/9/2026).
Bobby memerintahkan pemeriksaan menyeluruh, mencakup izin usaha, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga kesesuaian tata ruang.
Baca Juga : Polisi Gerebek THM Janna Kita, Kasir Diamankan 5 Pil Ekstasi, Pemasok Masih Diburu
Ia juga mengingatkan agar tempat yang pernah menimbulkan korban jiwa tidak boleh sembarangan mendapatkan izin lagi.
“Investasi kita dukung, tetapi harus sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kalau tidak sesuai aturan dan mengganggu masyarakat, tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Tak hanya bicara, Bobby punya rekam jejak nyata. Sejak menjabat, ia telah memimpin pembongkaran tempat hiburan malam ilegal yang menjadi sarang narkoba, termasuk di Langkat.
Penegakan aturan tanpa tebang pilih juga ditekankan Bobby. “Kita sebagai pemerintah harus bisa membedakan mana usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat, dan mana yang justru menimbulkan persoalan. Semua harus berdasarkan aturan,” pungkasnya.
Dukungan penuh dari kepolisian dan TNI juga akan dikerahkan untuk memastikan proses penertiban berjalan aman dan tertib.
Langkah ini menjadi babak baru dalam pemberantasan usaha ilegal di Sumatera Utara, sekaligus peringatan keras bagi pelaku usaha nakal: Taatilah aturan, atau siap-siap ditindak! (Rel)