Bobby Nasution & Ketum HIPMI Pusat: “Anak Muda Wajib Jadi Lokomotif Ekonomi Sumut!”
MEDAN – Bukan sekadar seremonial belaka. Pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Sumatera Utara di Tiara Convention Center, Rabu (11/2/2026), berubah menjadi panggung strategis bagi lahirnya kolaborasi baru antara pemerintah dan generasi muda pengusaha.
Hadir langsung, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dan Ketua Umum HIPMI Pusat Akbar Himawan Buchari kompak memberikan sinyal kuat: saatnya anak muda menjadi lokomotif ekonomi, bukan sekadar penumpang.
Di hadapan ratusan pengusaha muda yang baru dilantik, Bobby Nasution membuka dengan nada optimistis. Ia tak ingin anak muda hanya bangga pada data, tapi mampu membaca peluang di balik angka.
“Realisasi investasi Sumut terus menanjak. Ini bukan sekadar statistik—ini sinyal pasar. Sumut sedang dilirik, dipercaya. Dan kepercayaan itu lahir karena kalian bergerak,” tegasnya.
Mantan Wali Kota Medan itu menyebut pengusaha muda bukan lagi sekadar pelaku usaha. Mereka adalah game changer yang mengubah wajah ketenagakerjaan. Dengan tren tingkat pengangguran terbuka yang terus menurun, Bobby menegaskan bahwa peran HIPMI tidak bisa diremehkan.
“Kalian tidak hanya cari untung. Kalian membuka pintu rezeki. Setiap usaha yang kalian rintis, di situ ada keluarga yang hidup. Itu kontribusi nyata,” tambahnya.
Baca Juga : Calon Ketua Umum HIPMI Sumut 2025–2028 Resmi Dibuka! Siapa Penerus Bobby Afif Nasution?
Bobby juga menekankan bahwa Pemprov Sumut tidak akan bekerja sendiri. Kewirausahaan kini menjadi pilar utama pembangunan daerah. Kawasan industri dikembangkan, UMKM dibina, dan digitalisasi digenjot. Tapi semua itu, kata Bobby, butuh mitra sejati.
“HIPMI bukan mitra temporer. Kalian adalah bagian dari ekosistem pembangunan. Program kalian harus sejalan dengan arah pembangunan Sumut. Bukan sekadar agenda organisasi, tapi gerakan kolektif menuju kemajuan,” tegasnya.
Ia menantang kepengurusan baru HIPMI Sumut periode 2026–2029 untuk tak sekadar rapat, tapi turun tangan. Bantu UMKM naik kelas, perluas akses pasar, dan jadikan teknologi sebagai senjata agar Sumut tidak hanya bersaing di tingkat nasional, tapi global.
Sementara itu, Ketum HIPMI Pusat Akbar Himawan Buchari datang dengan membawa pesan besar dari pusat. Menurutnya, program strategis nasional seperti ketahanan pangan, energi, kampung nelayan, hingga koperasi desa tidak akan berjalan optimal tanpa sinergi di daerah.
“HIPMI harus jadi jembatan. Bukan sekadar pelengkap seremoni. Kita harus hadir di sektor riil. Pangan, kelautan, pertanian itu bukan sektor usang. Itu ladang masa depan,” ujar Akbar.
Ia juga menyoroti tantangan fiskal daerah yang kian kompleks. Menurutnya, investasi yang masuk ke Sumut harus berkualitas. Bukan hanya besar nominalnya, tapi juga berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Investasi itu ibarat obat. Kalau salah resep, bukan sembuh, malah timbul masalah baru. HIPMI harus jadi filter sekaligus fasilitator. Kita pastikan investasi yang masuk benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Akbar menutup dengan optimisme yang menggebu. Menurutnya, Sumut menyimpan potensi luar biasa, tapi tanpa kolaborasi dan energi anak muda, semua hanya akan jadi wacana.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada pola lama. Zaman berubah cepat. Kalau kita tidak bergerak cepat, kita akan tertinggal. Sekarang waktunya kerja nyata. Jadikan Sumut pusat pertumbuhan baru yang inklusif dan berdaya saing,” pungkasnya.
Dengan kepengurusan baru yang solid, sinergi yang hangat, dan optimisme yang membara, Sumut kini hanya butuh satu hal: aksi. Dan para pengusaha muda HIPMI siap menjawab tantangan itu. (Rel)