Bobby Nasution Beri Tenggat 6 Bulan ke Dirut Baru Bank Sumut: “Kalau Tak Bisa Dikonsolidasi, Gilas Saja!”
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mendorong Bank Sumut untuk bergerak lebih progresif di bawah kepemimpinan Direktur Utama yang baru, Heru Mardiansyah.
Dalam arahan tegasnya, Bobby menekankan bahwa sektor keuangan adalah pondasi utama dalam menghadapi dinamika global, sesuai dengan arahan strategis Presiden Prabowo Subianto.
“Sektor keuangan jadi tolok ukur pondasi negara. Saya minta peran Bank Sumut dibuat lebih progresif,” tegas Bobby Nasution di hadapan direksi Bank Sumut di Medan, Rabu (4/2/2026).
Tak hanya sekadar imbauan, Bobby juga memberikan tenggat waktu konkret. Ia meminta program konsolidasi yang disusun manajemen baru harus tuntas dalam enam bulan.
“Kalau tidak bisa dikonsolidasi, gilas saja. Bapak orang yang dilahirkan Bank Sumut, pasti lebih paham dan cinta,” ujarnya menyemangati Heru yang merupakan kader internal bank.
Baca Juga : APBD Tertekan, Bank Sumut Diminta Jadi Penyangga Ekonomi Sumatera Utara
Menanggapi hal itu, Heru Mardiansyah mengungkapkan peta jalan transformasi melalui Program 100 Hari Kerja. Program ini terbagi dalam tiga fase:
1. Hari 1-30: Konsolidasi dan diagnosis mendalam.
2. Hari 31-60: Eksekusi dan pencapaian quick wins.
3. Hari 61-100: Akselerasi digitalisasi menyeluruh.
Target ambisiusnya mencakup perbaikan profil risiko, diversifikasi bisnis, peningkatan kematangan digital, dan penurunan NPL (Non-Performing Loan).
Heru berkomitmen menciptakan budaya kerja yang bersatu, berorientasi hasil, dan mengedepankan eksekusi cepat.
“Kami tidak ingin Bank Sumut terkotak-kotak. Transformasi budaya dan digital adalah kunci,” jelasnya.
Dengan kepemimpinan baru yang memahami DNA Bank Sumut dan dorongan politik yang kuat dari pemprov, transformasi bank BUMD ini dinilai memasuki fase krusial.
Keberhasilan program 100 hari dan konsolidasi 6 bulan ke depan akan menjadi penentu apakah Bank Sumut bisa menjadi pilar keuangan yang lebih tangguh dan kompetitif di Sumut. (Rel)