Bukan Sekadar Angka! 1.187 Kasus Narkoba Dibongkar dalam 300 Hari, Medan Darurat Narkotika?
MEDAN — Darurat narkoba di Kota Medan bukan sekadar wacana. Dalam 300 hari kepemimpinan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH sebagai Kapolrestabes Medan, Satres Narkoba membongkar 1.187 kasus dan mengamankan 1.434 tersangka—lonjakan 85 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Barang bukti yang disita sungguh mencengangkan 260 kilogram sabu (nilai miliaran rupiah), 67 kilogram ganja, 92.682 butir ekstasi, 21.410 pil Happy Five, dan 4.868 cartridge liquid vape mengandung narkotika.
“Hasil akumulasi 300 hari meningkat signifikan 100 hari pertama 376 kasus, kedua 380 kasus, ketiga 431 kasus,” ungkap Calvijn dalam konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Kamis (6/8/2026).
Tiga Zona Merah Narkoba di Medan
Wilayah mana paling rawan? Peringkat pertama Polsek Medan Tembung (185 kasus), disusul Polsek Sunggal (157 kasus), dan Polsek Medan Kota (95 kasus). Ini bukan sekadar angka ini peta panas peredaran narkoba yang perlu diwaspadai warga.
Gerebek Sarang dan THM: 125 Kali Operasi!
Satres Narkoba menggelar 125 kali Gerebek Sarang Narkoba (GSN) dengan 160 tersangka diamankan.
Baca Juga : 1 Bulan, 14 Sarang Narkoba di Medan Lenyap! Polisi Gempur Bandar, Pengguna Diselamatkan
Lokasi yang disasar barak dan loket narkoba (120 penindakan) serta lima Tempat Hiburan Malam (THM):
· Cafe Terbul (Pulau Sari, Pancur Batu)
· View New Detonga Bar (Sei Belutu, Medan Baru)
· Phantom KTV (Adam Malik, Medan Barat)
· Krypton (Gajah Mada, Medan Baru)
· Helen’s Night Mart (Setia Budi, Medan Sunggal)
Kasus Menonjol yang Mengguncang Medan
Pertama, pengungkapan gudang penyimpanan pod vape liquid narkotika di rumah kos—jaringan Malaysia-Indonesia dengan dua tersangka (MY & MI) dan 680 pod disita.
Kedua, 5 kg sabu jaringan Cina-Malaysia-Indonesia dengan tersangka DED. Ketiga, bandar pod vape liquid jaringan Malaysia-Indonesia dengan tersangka MZ dan 488 cartridge.
Terbaru, penggerebekan di Helen’s Night Mart (2/8/2026) mengamankan FA & DD—modusnya menyembunyikan vape narkoba di dalam sepatu!
Kasat Narkoba AKBP Rafli Yusuf Nugraha menegaskan seberapa ketat modus bandar, kami akan ungkap. Medan bukan tempat aman bagi pelaku narkoba—kami akan buru kalian.
Pengungkapan ini bukti nyata negara tak memberi ruang bagi sindikat narkotika, sejalan dengan program Astacita Presiden Prabowo dan perintah Kapolri.
Pantau terus pemberantasan narkoba di Medan. Jangan biarkan lingkunganmu jadi sarang narkotika! (FD)