Klarifikasi Tegas PSMS Medan Soal Modus TPPO yang Bawa Rizki ke Kamboja: “Seleksi Itu Hoax!”

59

MEDAN – Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa Rizki Nur Fadhilah (18), remaja berbakat asal Bandung yang dijebak kerja di Kamboja dengan iming-iming jadi pemain bola, mendapat respons tegas dari manajemen PSMS Medan.

Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, membantah keras klubnya pernah membuka seleksi pemain yang disebut-sebut sebagai pintu masuk modus penipuan tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Selasa (18/11/2025), Fendi menegaskan bahwa informasi mengenai seleksi yang beredar di media sosial adalah tidak benar.

“Saya pastikan PSMS tidak pernah membuka seleksi pemain. Kabar yang beredar di media sosial bahwa kita membuka seleksi adalah HOAX,” tegas Fendi, mencoba meluruskan narasi yang menyeret nama klubnya.

Meski membantah keterlibatan, Fendi menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam yang turut dirasakan jajaran manajemen PSMS.

“Kami turut berduka cita dan prihatin atas musibah yang menimpa Rizki Nur Fadhilah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” ujarnya.

Kronologi Penipuan: Dari Facebook, Janji Kontrak Medan, hingga Terjebak di Kamboja

Kisah pilu Rizki berawal dari sebuah tawaran yang menggiurkan di media sosial. Menurut keterangan keluarga, Rizki dihubungi oleh seorang kenalan di Facebook yang mengaku sebagai perwakilan manajemen klub Medan.

“Awal mulanya, anak saya bilang ada kontak main bola di Medan selama satu tahun. Tanggal 26 Oktober dia berangkat, dijemput pakai travel, terus dibawa ke Jakarta. Dari Jakarta ke Medan pakai pesawat,” tutur Dedi, keluarga Rizki.

Namun, mimpi indah itu berubah menjadi mimpi buruk. Alih-alih menjalani seleksi di Medan, Rizki justru dibawa secara paksa ke Malaysia, dan akhirnya sampai di Kamboja.

“Tapi dari Medan ternyata dibawa lagi ke Malaysia, lalu ke Kamboja. Dia diiming-imingi main bola awalnya, terus malah dibawa kerja di Kamboja,” lanjut Dedi.

Dalam kondisi terpojok, Rizki akhirnya bisa menghubungi ibunya yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hongkong. Dengan panik, ia menyampaikan pesan singkat kepada ayahnya di Bandung, “Pak, Aa dijebak.”

Tragedi Rizki menyentuh hati banyak kalangan, termasuk rekan-rekan sesama pesepakbola. Pemain-pemain Persib Bandung seperti Adam Alis, Rezaldi Hehanussa, Robi Darwis, dan Hamra Hehanussa ramai-ramai membagikan poster seruan bantuan untuk Rizki di akun Instagram mereka.

Solidaritas ini tidak berhenti di skuat Maung Bandung. Pesepakbola lain seperti Dedi Kusnandar, Fitrul Dwi Rustapa, Aqil Savik, dan Deden Natsir juga turut menyuarakan kepedulian, membuat kasus ini kian mendapat sorotan tajam dari publik sepak bola tanah air.

Klarifikasi dari PSMS Medan ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama para orang tua dan anak muda berbakat, untuk lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok seleksi bakat olahraga yang mengatasnamakan klub-klub ternama. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com