Mengintai Arah Ekonomi & Kesejahteraan dari Medan: Wali Kota dan DPRD Kompak Kawal Pidato Kenegaraan Prabowo

250

MEDAN – Suasana khidmat menyelimuti Gedung DPRD Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Jumat (14/8/2026) pagi.

Rapat Paripurna yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB itu bukanlah agenda biasa. Seluruh elemen pemerintahan Kota Medan berkumpul, menyatukan fokus dalam bingkai layar raksasa, untuk menyaksikan langsung Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.

Rapat paripurna yang digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen.

Wong menegaskan bahwa momentum kemerdekaan ke-81 harus menjadi lokomotif penguatan persatuan, penjaga kedaulatan, dan akselerator peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tema besar yang diusung tahun ini— “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” bukan sekadar slogan seremonial, melainkan cerminan semangat kebersamaan untuk mewujudkan Indonesia yang kian maju.

“Pidato kenegaraan Presiden menjadi momentum penting untuk melihat kembali perjalanan pembangunan nasional, mencermati berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus memahami tantangan dan agenda besar bangsa Indonesia ke depan,” ujar Wong dalam sambutannya.

Di barisan terdepan, Wali Kota Medan Rico Waas bersama Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap serta jajaran Forkopimda tampak serius menyimak setiap frasa yang disampaikan Presiden.

Baca Juga : Refleksi Kemerdekaan di Medan: H. Kasman Lubis Sorot Tiga PR Besar – Pendidikan, Kesehatan dan Lapangan Kerja

Perhatian tertuju pada sejumlah pencapaian ekonomi yang dipaparkan langsung oleh Kepala Negara.

Di tengah gejolak geopolitik dan perang dagang global, Presiden Prabowo menyampaikan kabar menggembirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tembus 5,61 persen pada kuartal I dan semester I tahun 2026.

Angka ini menjadi rekor tertinggi dalam 13 tahun terakhir, sekaligus menegaskan optimisme bahwa target pertumbuhan 2026 bisa melampaui 5,4 persen bahkan menyentuh 6 persen.

Sektor investasi pun menunjukkan tren positif yang signifikan. Sepanjang 2025, investasi menembus angka Rp1.931 triliun dengan penyerapan 2,7 juta tenaga kerja.

Semester I 2026 saja sudah mencapai Rp1.010 triliun dengan 1,4 juta lapangan kerja baru tercipta. Namun Presiden mengingatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan investasi yang meningkat bukanlah tujuan utama. Tujuan akhir dari berbagai program pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Tak ketinggalan, Presiden memaparkan progres program prioritas nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah transformatif juga dilakukan melalui pembentukan Danantara untuk merestrukturisasi BUMN. Hingga saat ini, 290 BUMN tidak produktif telah ditutup langkah berani yang menghemat anggaran negara Rp50 triliun dengan potensi mencapai Rp70 triliun hingga akhir 2026.

Rapat paripurna di Medan ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kerja nyata.

Seperti pesan Wong Chun Sen, kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa bukan sekadar bagian dari sejarah, tetapi amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (FD)