Polrestabes Medan Panen Perdana Hidroponik, Wujudkan Kemandirian Pangan dari Lahan Terbatas

35

MEDAN – Transformasi lahan sempit menjadi kebun produktif sukses dibuktikan Polrestabes Medan. Pada Selasa, 13 Januari 2026, Polrestabes Medan menggelar acara panen perdana tanaman hidroponik dalam program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Hasilnya sungguh mengagumkan buah melon hidroponik dan sayuran sawi pakcoy segar berhasil dipanen, menandai babak baru inovasi ketahanan pangan di jantung kota.

Kegiatan yang berlangsung di P2L Polrestabes Medan ini dihadiri langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tabes Medan, Ny. Nelly Calvijn.

Kehadiran pimpinan tertinggi ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol komitmen nyata institusi Polri untuk turun tangan langsung mendukung program strategis pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Turut hadir dalam momen penting tersebut, Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen bersama Ny. Greis Rudy Silaen, Kepala SPPG I Adi Santoso, serta perwakilan praktisi dari Komunitas Hidroponik Sumut yang diwakili oleh Nazri. Kolaborasi antara Polri, Bhayangkari, dan komunitas ahli ini memperkuat pendekatan yang holistik dan berbasis pengetahuan.

Lebih dari Sekadar Panen: Dari Kebun ke Meja Makan Gratis yang Bergizi

Keunikan dan nilai sosial dari program ini terletak pada rantai manfaat yang langsung terasa. Seluruh hasil panen perdana sayuran hijau segar dan buah melon yang manis—langsung dialokasikan untuk program Makanan Bergizi Gratis yang dikelola oleh Satuan Pelaksana Pangan dan Gizi (SPPG) Yayasan Kesejahteraan Bhayangkari (YKB) Polrestabes Medan 1.

Baca Juga : Gubernur Bobby Nasution & Kapolri Listyo Sigit Groundbreaking 29 Dapur Gizi Gratis di Sumut – Dukung Program MBG!

Dengan demikian, inisiatif hijau ini memiliki dampak berlapis: tidak hanya menciptakan sumber pangan mandiri, tetapi juga langsung berkontribusi pada peningkatan gizi dan kesejahteraan penerima manfaat, yang mungkin berasal dari kalangan yang membutuhkan di sekitar lingkungan Polrestabes.

Teknologi Hidroponik: Jawaban atas Tantangan Pertanian Perkotaan

Pilihan pada sistem hidroponik sangatlah tepat dan visioner. Metode bercocok tanam tanpa tanah ini menawarkan solusi atas keterbatasan lahan di area perkotaan seperti Medan.

Hidroponik terkenal dengan efisiensi penggunaan air yang jauh lebih hemat dibanding pertanian konvensional, serta meminimalisir serangan hama sehingga hasilnya lebih sehat dan bebas residu kimia berbahaya.

Keberhasilan menanam melon buah yang secara tradisional membutuhkan lahan luas secara hidroponik adalah bukti nyata bahwa teknologi ini dapat diterapkan untuk berbagai jenis tanaman, meningkatkan keanekaragaman pangan.

Polri dan Bhayangkari: Garda Terdepan Tidak Hanya di Keamanan, Tapi Juga di Ketahanan Pangan

Program P2L Polrestabes Medan ini adalah teladan konkret peran aktif Polri dan Bhayangkari yang melampaui tugas pokok. Mereka hadir sebagai agen perubahan dan pionir dalam pertanian perkotaan (urban farming).

Kegiatan ini secara gamblang menunjukkan bagaimana instansi pemerintah dapat memanfaatkan asset yang dimiliki (lahan kantor) untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, sekaligus menjadi laboratorium hidup dan sumber inspirasi bagi masyarakat sekitar.

Dengan panen perdana ini, Polrestabes Medan tidak hanya memetik sayur dan buah, tetapi juga menabur benih inspirasi. Mereka membuktikan bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari langkah sederhana memanfaatkan setiap jengkal lahan secara optimal dengan sentuhan teknologi.

Langkah strategis ini diharapkan mampu merambah ke sektor-sektor lain, mendorong terciptanya gerakan masyarakat yang mandiri pangan, serta berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan regional Sumatera Utara dan nasional pada akhirnya. Inilah bentuk pelayanan nyata Polri yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com