Rico Waas Ajak ISLAH Cetak Generasi Muda Qurani yang Menginspirasi di Medan
MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menekankan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan audiensi Ikatan Silaturahmi Hafizh Hafizah (ISLAH) Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (13/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas mengajak ISLAH untuk berperan aktif dalam mencetak generasi muda pecinta Al-Qur’an yang tidak sekadar menghafal, tetapi juga mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembangunan dunia tanpa membangun akhirat akan sia-sia. Keduanya harus berjalan seiring dan sejalan,” tegas Rico Waas.
Baca Juga : Persiapan Maksimal Panitia MTQ ke-58 Bukti Cinta Al-Quran!
Ia juga menyoroti tantangan modern seperti ketergantungan pada gawai yang berpotensi mengurangi interaksi sosial. Untuk itu, ia mendorong agar media sosial dan teknologi dimanfaatkan sebagai sarana dakwah yang kreatif dan relevan bagi generasi muda.
Sinergi Pemerintah dan Komunitas Qurani untuk Wujudkan Medan Kota Qur’an
Ketua ISLAH Kota Medan, Mudhofir Hawai Azizi, menyampaikan bahwa organisasi ini beranggotakan para hafizh dan hafizah yang memiliki visi menjadikan Medan sebagai Kota Qur’an. Ia berharap dapat menjalin kerja sama yang erat dengan Pemerintah Kota Medan untuk memajukan generasi Qurani.
“Kami berkomitmen untuk tidak hanya menciptakan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga generasi yang mengamalkannya dalam setiap aspek kehidupan,” ujar Mudhofir.
Ia juga mengundang secara resmi Wali Kota Medan untuk hadir dalam acara pelantikan kepengurusan ISLAH yang akan dilaksanakan pada 21 Januari 2026 di Aula Dispora Sumut. Kehadiran pemimpin kota diharapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan nyata bagi pergerakan organisasi.
Langkah Nyata Menjawab Tantangan Zaman dengan Fondasi Agama
Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas religi seperti ISLAH diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang tangguh secara intelektual dan spiritual. Generasi yang tidak hanya cakap dalam menghadapi perkembangan zaman, tetapi juga memiliki akhlak Qurani sebagai pondasi hidup.
Dukungan penuh dari Pemko Medan terhadap gerakan ini menunjukkan komitmen untuk membangun kota yang seimbang, maju secara infrastruktur, dan kuat dalam karakter religius warganya. (Rel)