Ujung Padang Dapat Proyek Jalan Rp39 Miliar, Terbesar Sepanjang Sejarah Kecamatan

479

SIMALUNGUN – Kecamatan Ujung Padang akan mendapatkan pembangunan jalan terbesar sepanjang sejarah wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Simalungun mengalokasikan anggaran lebih dari Rp39 miliar untuk membangun ruas jalan Ujung Padang–Sayur Matinggi sepanjang 11,6 kilometer.

Kepastian itu disampaikan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Camat Ujung Padang, Jumat (26/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan disambut tokoh masyarakat, pangulu, serta warga setempat.

Anggota DPRD Simalungun sekaligus tokoh masyarakat Ujung Padang, Budi, menyebut proyek tersebut menjadi pembangunan infrastruktur jalan terbesar yang pernah direalisasikan di kecamatan itu.

“Atas nama masyarakat Ujung Padang kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati. Ini menjadi sejarah bagi kami karena baru kali ini ada pembangunan jalan dengan nilai anggaran yang begitu besar,” ujar Budi.

Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan harapan lama masyarakat yang selama ini menginginkan akses jalan yang lebih baik untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Menanggapi hal itu, Anton Achmad Saragih mengatakan pembangunan ruas Ujung Padang–Sayur Matinggi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Dorong Peran Kampus, Pemko Medan Ajak Mahasiswa Jadi Garda Edukasi Lingkungan dan Antinarkoba

Jalan sepanjang 11,6 kilometer itu akan dibangun dengan lebar 4,5 meter menggunakan anggaran APBD Kabupaten Simalungun senilai lebih dari Rp39 miliar.

Selain proyek tersebut, Pemkab Simalungun juga akan merekonstruksi sejumlah ruas jalan lainnya di wilayah Ujung Padang, di antaranya Jalan Huta Budi, Jalan Sordang Bolon, Jalan Huta IV Huta Parik, Jalan Lingkungan Kampung Jawa, Jalan Huta I Nagori Banjar Hulu, serta Jalan Huta I dan II Nagori Riah Naposo.

Tidak hanya fokus pada pembangunan jalan, pemerintah daerah juga menyiapkan program perbaikan jaringan irigasi dan bantuan alat pertanian berupa hand tractor guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti persoalan data penerima bantuan sosial yang dinilai perlu diperbarui agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

Selain itu, Anton meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil segera memperbaiki mesin pencetak KTP yang mengalami kerusakan. Permintaan tersebut menyusul kebutuhan sekitar 400 lulusan SMA di wilayah tersebut yang memerlukan dokumen kependudukan untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.

Kunjungan kerja Bupati juga dirangkai dengan pelayanan publik terpadu yang menghadirkan berbagai layanan langsung kepada masyarakat.

Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, warga dapat mengurus dokumen administrasi kependudukan. Dinas Kesehatan menyediakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar pasar murah dengan menyediakan 1 ton beras, 180 liter minyak goreng, dan 100 papan telur.

Selain itu, Dinas Sosial turut menyalurkan bantuan sembako kepada keluarga kurang mampu.

Camat Ujung Padang Manaon Siregar menyambut baik berbagai program yang dibawa pemerintah daerah ke wilayahnya. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang langsung menyentuh masyarakat akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan warga.

Pembangunan jalan senilai Rp39 miliar tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga Ujung Padang dan sekitarnya. (RS)