Rico Waas Evaluasi Janji Kampanye: Tak Mau ABS, Target 10.000 Gang Wajib Tuntas!

94

MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Waas, menggelar rapat evaluasi kilat yang berlangsung panas namun produktif. Bertempat di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota, Senin (8/6/2026), ia memanggil seluruh jajaran pimpinan perangkat daerah hingga camat se-Kota Medan. Satu pesan tegas: Stop ABS (Asal Bapak Senang)!

Rapat yang turut dihadiri Sekda Wiriya Alrahman dan Kepala Bappeda Ferry Ichsan ini bertujuan mengupas tuntas realisasi 24 program prioritas yang merupakan janji kampanye Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan.

“Janji ke masyarakat harus tuntas. Ini bukan sekadar dokumen politik,” tegas Rico.

Hasilnya? Sejumlah program sudah centang hijau. Bantuan siswa madrasah, tahfiz, dan kurang mampu telah berjalan. Program sembako murah, PKH Medan Makmur, jaminan disabilitas & lansia, pendampingan korban kekerasan, hingga bantuan pengobatan korban tindak kriminal non-BPJS juga sudah terealisasi.

Tak ketinggalan, senam gratis dan pelatihan pemberdayaan perempuan terus digencarkan.

Namun, ada pekerjaan rumah besar yang perlu percepatan:
1. Ambulans Gratis – Masih penguatan. Rico minta kolaborasi dengan puluhan ambulans swasta agar terintegrasi dengan layanan Pemko Medan.
2. CCTV & PJU – Pemasangan jaringan dan penerangan jalan umum mesti dikebut. Target tahun depan wajib meningkat dengan skema lebih efisien.

Baca Juga : Pemko Medan Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya! Bukti Nyata Kebijakan Pro-Karir ASN di Era Rico Waas

3. Perbaikan 10.000 Gang – Ini yang paling disorot. Realisasi masih jauh di bawah 50 persen. “Pekerjaan fisik berat dan butuh biaya, tapi ini kebutuhan dasar masyarakat. Harus dipercepat!” ujar Rico.
4. Jalan provinsi di Medan Utara – Kerap dikeluhkan warga. Rico minta koordinasi intensif dengan provinsi agar perbaikan segera terwujud.

Yang bikin publik tersentak: Rico menolak mentah-mentah budaya ABS. “Saya tidak suka angka manis di atas kertas. Capaian 80 persen lebih jangan bikin puas diri. Laporkan apa adanya, meskipun pahit, agar kita bisa perbaiki,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Rico juga mematok target 10.000 lapangan kerja per tahun naik dari target awal yang sudah tercapai. “Berani pasang target tinggi. Kreativitas perluas lapangan kerja harus diwujudkan,” katanya.

Rapat ditutup dengan pesan final yang menggetarkan meja kepemimpinan Medan: “Data bukan pemanis. Saya ingin program berdampak nyata untuk masyarakat Kota Medan.”

Rico Waas menunjukkan gaya kepemimpinan yang transparan, anti-baselines, dan berorientasi hasil. Warga Medan kini menanti bukti percepatan 10.000 gang, CCTV, ambulans, dan lapangan kerja. Apakah target tuntas? Kita awasi bersama! (Rel)