Stop Pemborosan! Wali Kota Medan Tegas: Aset Daerah Tak Boleh Lagi Terbengkalai, Ini Langkahnya

103

MEDAN – Pemborosan Berakhir di Sini! Wali Kota Medan, Rico Waas, buka suara tegas seluruh aset daerah wajib difungsikan maksimal. Tak boleh ada lagi gedung nganggur atau mobil dinas berkarat di garasi!

Di tengah gencarnya pembangunan Kota Medan, keputusan berani ini muncul sebagai jawaban atas kebocoran anggaran yang kerap terjadi.

Dalam Rapat Lanjutan Penertiban Aset Daerah bersama Pansus DPRD Medan, kemarin Rico menyampaikan instruksi keras.

“Saya minta seluruh aset yang kita punya harus berfungsi dengan baik. Tahun ini semua harus dikejar. Jangan sampai ada aset terbengkalai!”

Salah satu pemborosan terbesar adalah kebiasaan menyewa gedung atau fasilitas, sementara Pemko Medan punya aset menganggur. Rico menegaskan, prioritas utama adalah memberdayakan aset milik daerah sendiri.

“Jangan beli barang baru kalau masih ada yang bisa dipakai. Itu namanya pemborosan. Kita harus saving cost,” tegasnya.

Tak hanya itu, kendaraan dinas yang sudah uzur dan tak produktif pun tak boleh dibiarkan mati sia-sia. Solusinya: lelang transparan sesuai aturan. “Barang tak terpakai segera lelang,” perintah Rico.

Baca Juga : Rongsokan Berserakan di Puluhan OPD Medan, Anggota DPRD Minta BPKAD Segera Lelang Aset Tidak Produktif

Rico mengapresiasi tinggi Pansus Aset DPRD Medan pimpinan Robi Barus. Komunikasi dua arah ini, kata Rico, akan dituangkan dalam rekomendasi resmi agar eksekusi berjalan cepat. “Semua aspirasi dewan jadi atensi penuh kami.”

Sambutan hangat datang dari Ketua Pansus, Robi Barus. Usai studi banding ke Bandung dan Jakarta, Robi menyebut sistem pengelolaan aset Ibu Kota layak ditiru Medan.

“Jakarta sukses membangun ekosistem aset rapi: pendataan digital, pembukuan transparan, hingga pengawasan ketat kendaraan dinas,” ungkapnya.

Rapat yang dihadiri seluruh pimpinan perangkat daerah itu pun berubah menjadi diskusi panas membahas optimalisasi aset. Mulai dari gedung kosong, tanah tidur, sampai armada dinas yang menghabiskan uang perawatan tanpa manfaat.

Medan berbenah. Tak ada ruang lagi untuk aset mati dan anggaran bocor. Dengan langkah tegas Wali Kota dan dukungan penuh DPRD, publik menanti bukti: aset daerah bekerja untuk rakyat, bukan jadi sarang tikus. (Rel)