Brasil Waspadai Kejutan Jepang di 32 Besar

619

MEDAN – Timnas Brasil akan menghadapi Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Houston, Selasa (30/6/2026) WIB. Duel ini mempertemukan juara Grup C melawan runner-up Grup F dalam laga hidup-mati yang akan menentukan satu tiket ke babak 16 besar.

Brasil datang sebagai salah satu favorit juara, sementara Jepang bertekad melanjutkan reputasinya sebagai pembunuh raksasa sepak bola dunia.

Brasil melangkah ke fase gugur setelah memuncaki Grup C dengan tujuh poin hasil dua kemenangan dan satu kali imbang. Tim asuhan Carlo Ancelotti menunjukkan peningkatan performa sepanjang turnamen, terutama saat menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan atas Skotlandia. Di bawah arahan pelatih asal Italia tersebut, Selecao tampil lebih seimbang antara menyerang dan bertahan, sekaligus memperlihatkan efektivitas tinggi di lini depan.

Ancelotti diperkirakan tetap mengandalkan pola permainan menyerang dengan bertumpu pada kecepatan dan kreativitas Vinicius Junior yang tampil tajam sepanjang fase grup.

Selain Vinicius, Brasil juga memiliki sejumlah pemain yang mampu menjadi pembeda seperti, Rapinha, Matheus Cunha, Casemiro, Bruno Guimaraes, Rodrygo hingga Neymar yang telah kembali merumput setelah sempat absen panjang akibat cedera.

Meski berstatus unggulan, Ancelotti mengingatkan timnya agar tetap fokus menghadapi Jepang. Menurutnya, fase gugur merupakan kompetisi yang berbeda karena satu kesalahan dapat berakibat fatal.

Pelatih yang pernah membawa AC Milan dan Real Madrid meraih berbagai gelar itu menegaskan target utama Brasil adalah kemenangan, bukan sekadar tampil atraktif.

Di kubu lawan, Jepang lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup F. Tim berjuluk Samurai Biru itu kembali menunjukkan karakter disiplin, organisasi permainan yang rapi, serta kemampuan melakukan transisi cepat dari bertahan ke menyerang.

Pelatih Hajime Moriyasu menegaskan timnya tidak datang ke Houston hanya untuk bertahan, tetapi juga memiliki keyakinan mampu memberikan perlawanan kepada Brasil.

Moriyasu kemungkinan tetap mengandalkan skema permainan kolektif yang menjadi kekuatan utama Jepang. Nama-nama seperti Takefusa Kubo, Kaoru Mitoma, Daichi Kamada, Wataru Endo, Ayase Ueda dan Daizen Maeda diperkirakan menjadi tumpuan untuk membongkar pertahanan Brasil. Jepang dikenal mampu melakukan pressing agresif dan serangan balik cepat yang sering merepotkan tim-tim besar.

Secara taktik, Brasil diprediksi akan mendominasi penguasaan bola sejak awal pertandingan. Selecao kemungkinan berusaha menekan melalui kombinasi permainan sayap dan umpan-umpan vertikal cepat yang menjadi ciri khas racikan Ancelotti.

Baca Juga: Brasil Gulung Skotlandia 3-0, Neymar Comeback, Sikat Habis di Miami!

Sebaliknya, Jepang diperkirakan lebih sabar menunggu celah sambil memanfaatkan kecepatan Mitoma dan Kubo saat melancarkan serangan balik. Pertarungan di lini tengah antara Casemiro dan Wataru Endo berpotensi menjadi salah satu faktor penentu jalannya pertandingan.

Dari catatan sejarah pertemuan, Brasil memiliki rekor yang jauh lebih baik atas Jepang. Namun Samurai Biru memiliki modal psikologis setelah pernah mengalahkan Brasil 3-2 dalam laga internasional pada 2025.

Kemenangan tersebut menjadi salah satu bukti perkembangan sepak bola Jepang yang kini mampu bersaing dengan tim elite dunia.

Moriyasu bahkan menyebut hasil itu sebagai bukti bahwa timnya memiliki peluang untuk kembali membuat kejutan di Piala Dunia 2026.

Di atas kertas, kualitas individu dan pengalaman membuat Brasil lebih diunggulkan. Namun Jepang telah berulang kali membuktikan kemampuannya menjegal tim besar dalam turnamen internasional.

Karena itu, duel di Houston diprediksi berlangsung sengit dengan Brasil berusaha mengontrol permainan, sementara Jepang menunggu momentum untuk menghukum setiap kesalahan lawan.

Pemenang laga ini akan melaju ke babak 16 besar dan semakin dekat menuju perburuan gelar Piala Dunia 2026. Bagi Brasil, kemenangan akan menjaga asa meraih gelar dunia keenam. Sedangkan bagi Jepang, kemenangan akan menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut. (RS)