Bobby Nasution Gandeng YCKI, Ekonomi Hijau & Biru Sumut Siap Mendunia
MEDAN – Langkah besar lahir dari Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman, Medan. Di sinilah Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, bersama Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia (YCKI), resmi mengunci kolaborasi strategis untuk mengakselerasi ekonomi hijau dan biru.
Bukan sekadar program biasa ini adalah cetak biru kebangkitan ekonomi berkelanjutan yang dampaknya dirancang melampaui batas provinsi, bahkan nasional dan internasional.
Apa itu ekonomi hijau dan biru versi Bobby?
Ekonomi hijau difokuskan pada energi terbarukan, industri ramah lingkungan, dan teknologi rendah karbon. Sementara ekonomi biru menitikberatkan pada kelautan, perikanan berkelanjutan, konservasi laut, serta pengelolaan sumber daya air yang bijak. Keduanya masuk dalam poin keenam prioritas gubernur.
Bukan hanya untuk Sumut, tapi untuk alam semesta. Tebar semangat itu langsung dari mulut Bobby Nasution. Katanya tujuan yang kita lakukan sangat baik bukan hanya untuk Sumut, tetapi juga nasional dan internasional. Bukan hanya lingkungan sekitar, tetapi juga alam semesta.
Ia menegaskan, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga keseimbangan: memanfaatkan sumber daya alam untuk nilai ekonomi, namun tanpa mengorbankan keberlangsungan makhluk hidup lain.
“Masih banyak masyarakat kita menggantungkan hidup pada hutan. Pemerintah tetap memikirkan manfaat ekonomi, tapi tidak merugikan tumbuhan, hewan, dan manusia. Ketika terganggu, di situlah pemerintah hadir,” ujar Bobby.
Bukti nyata dari YCKI: 800 petani sawit kini bersertifikat RSPO
Wakil Presiden Program YCKI, Fitri Hasibuan, membeberkan capaian membanggakan. Sejak 2000, YCKI aktif membantu pembentukan Taman Nasional Batang Gadis.
Saat ini, mereka mendampingi sekitar 800 petani sawit meraih sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) – bukti praktik sawit berkelanjutan yang diakui dunia.
“Tahun depan kami target bantu 2.000 petani lagi. Kami juga telah memulihkan 500 hektare ekosistem, dan tahun ini bidik 1.000 hektare, terutama di area terdampak bencana,” ujar Fitri.
Laut Sumut bukan hanya pemandangan, tapi masa depan. Dengan garis pantai mencapai ratusan kilometer, Sumut punya peluang besar dari sektor kelautan. Konservasi terumbu karang, pengelolaan perikanan modern, hingga ekowisata bahari semuanya masuk dalam peta jalan ekonomi biru yang sedang disusun bersama YCKI.
Viral karena autentik: bukan cuma wacana, tapi aksi terukur. Kolaborasi ini langsung melibatkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut Heri Wahyudi Marpaung, seluruh OPD terkait, para pegiat lingkungan, serta Senior Director Sustainable Palm Oil at Conservation International, Melissa Thomas. Kehadiran tokoh internasional menunjukkan bahwa langkah Sumut diawasi dan diakui global.
Karena krisis iklim bukan ancaman jauh dia sudah di depan mata. Dan jawabannya bukan sekadar menanam pohon atau melarang plastik, tapi menciptakan sistem ekonomi yang membuat orang mau menjaga lingkungan karena menguntungkan. Itulah yang sedang dibangun Bobby Nasution bersama YCKI. (Rel)