Darurat Narkoba Medan: Kasus Melonjak 117%, Polrestabes Sita 231 Kg Sabu & Gerebek 23 Sarang di Jalan Jermal
MEDAN – Kabar menggemparkan datang dari ibu kota Sumatera Utara. Darurat narkoba di Medan seakan tak bisa dibendung! Polrestabes Medan mencatat lonjakan 117 persen dalam pengungkapan kasus narkotika sepanjang 2026.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan alarm bahaya yang memekakkan telinga.
Sepanjang tahun ini, polisi berhasil membongkar 997 kasus dan mengamankan 1.211 tersangka. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa ini adalah kenaikan paling drastis dalam beberapa tahun terakhir.
“Dibanding periode sama tahun lalu, ada tambahan 538 kasus,” tegasnya dalam konferensi pers, Rabu (10/6/2026).
Yang lebih mencengangkan adalah volume barang bukti yang disita. 231 kilogram sabu-sabu, siap edar ke ribuan jiwa, berhasil ditarik dari peredaran. Jumlah ini meningkat 79 persen atau bertambah 102 kg dari tahun sebelumnya.
Belum lagi 54 kilogram ganja, 93.000 butir ekstasi, 2.200 butir Happy Five, dan sekitar 3.000 pot vaping liquid beracun yang sebelumnya nihil pengungkapan.
Polrestabes Medan tak main-main. Operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) digelar 102 kali dengan episentrum di kawasan Jalan Jermal, yang dikenal sebagai ‘supermarket narkoba’ versi lokal.
Hasilnya? 23 barak dihancurkan. Namun, bandar nekat! Tiga barak kembali berdiri di lokasi sama, dua lainnya pindah tapi masih di kawasan Jermal. “Ini perang terbuka,” ujar Calvijn.
Dari 23 bangunan yang diratakan, enam di antaranya semi permanen dan 17 gubuk kumuh yang menjelma jadi sarang kejahatan. Tak hanya itu, tempat hiburan malam seperti Phantom KTV pun kini masuk pusaran penyelidikan Satresnarkoba.
Operasi besar-besaran juga dilakukan lewat Operasi Antik selama 21 hari. Hasilnya: 164 kasus dan 195 tersangka, naik 95 persen dari tahun lalu. Polisi menyita 20 kg sabu, 10.500 ekstasi, dan 1.900 pot vaping liquid etil metil yang tengah populer di kalangan muda.
Kesimpulannya? Angka lonjakan bukan berarti Medan semakin parah, tapi menunjukkan nyali Polrestabes yang semakin garang memburu bandar.
Namun, masyarakat harus tetap waspada. Jalan Jermal, Phantom KTV, hingga sarang-sarang baru terus bermunculan. Kombes Calvijn berjanji: “Kami akan tindak tegas, tutup semuanya.”
Medan sedang berperang. Dukung polisi dengan melaporkan aktivitas mencurigakan. Jangan biarkan anak-anak kita jadi korban berikutnya.
Data ini diharapkan menjadi peringatan keras sekaligus bukti kerja nyata aparat. Bagikan agar semakin banyak yang sadar bahaya narkoba! (FD)