Maut di Balik Genangan: Lubang Jalan Marindal Renggut Nyawa Pengendara Aerox

221

PATUMBAK — Lubang di tengah Jalan Marindal, tepat di depan Agen Brilink Dira, Pasar VII, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, berubah menjadi jebakan maut.

Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, Taufik Pahrezi, warga Gang Sawo II No. 03 Raya, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, meninggal dunia setelah Yamaha Aerox BK 4419 AII yang dikendarainya menghantam lubang yang tertutup genangan air.

Kapolsek Patumbak AKP Tommy Franata menjelaskan, korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan meninggal di tempat.

“Petugas dibantu perangkat desa membawa jenazah dengan ambulans ke RS Bhayangkara Tingkat II Medan,” ujar Tommy, Senin (14/9/2026).

Kronologi bermula saat Taufik melaju dari arah Kebun Kopi, Kecamatan Patumbak, menuju Simpang Marindal. Dari arah berlawanan, truk Mitsubishi BK 8720 ME yang dikemudikan Irfan Soni melaju menuju Jalan Kebun Kopi.

Di lokasi, Aerox menghantam lubang di tengah jalan yang tertutup genangan air.

Baca Juga : Tragedi Lampu Merah Ngumbang Surbakti: Innova Hajar Vario Bonceng Tiga, Seorang Ibu Rumah Tangga Tewas di Jalan

Korban terjatuh ke bahu jalan sebelah kanan dan masuk ke bagian tengah truk yang sedang melintas. Kecepatan tinggi disebut memperparah dampak.

Petugas langsung olah TKP, mengecek CCTV, mengamankan barang bukti, dan meminta keterangan saksi. Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti.

Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan. Lubang yang tersembunyi di bawah genangan air menjadi ancaman serius, terutama malam hari saat pandangan terbatas.

Pengendara sepeda motor paling rentan karena tidak memiliki pelindung memadai. Jalan berlubang, minim penerangan, dan cuaca basah adalah kombinasi mematikan.

Bagi pengendara kurangi kecepatan di jalan gelap atau tergenang, nyalakan lampu, gunakan helm standar, jaga jarak, dan hindari pengereman mendadak.

Pengemudi truk juga wajib waspada blind spot. Bagi pemangku kepentingan perbaikan jalan dan penerangan bukan biaya, melainkan investasi nyawa. Jangan tunggu korban berikutnya jatuh.

Kecelakaan ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan jalan bersifat kolektif: pengendara, pengemudi, pemerintah, dan pengelola infrastruktur.

Ketika satu lubang dibiarkan, risiko tidak hanya dirasakan satu orang. Malam itu, Marindal menjadi saksi bahwa detail kecil di aspal bisa mengubah hidup banyak keluarga. (FD)