JAKARTA – Saat bicara logam berharga, emas selalu jadi primadona. Tapi tahukah Anda, ada ‘raja’ baru di blok logam mahal yang harganya bisa membuat emas terlihat ‘terlalu murah’? Namanya Iridium.
Logam super langka ini sering jadi incaran karena nilainya yang fantastis, bahkan berpotensi jadi aset investasi masa depan!
Diskusi tentang iridium kian panas belakangan ini. Logam ini tak cuma jadi perbincangan di kalangan ilmuwan, tapi juga di pasar komoditas dan teknologi. Apa sebenarnya rahasia di balik harga selangit logam langka ini?
Mengenal Iridium: Superman-nya Tabel Periodik
Iridium adalah unsur kimia dengan nomor atom 77, termasuk dalam golongan logam transisi. Namanya yang elegan berasal dari kata Yunani ‘Iris’ (pelangi), merujuk pada senyawa berwarna-warni yang dihasilkannya.
Sifatnya? Sungguh luar biasa! Iridium dikenal sebagai unsur paling tahan korosi di Bumi, bahkan lebih kebal dari platinum dan emas. Titik leburnya sangat tinggi (2.446°C) dan kepadatannya ekstrem, menjadikannya salah satu material terkeras di planet ini.
Sang Penemu dan Kelangkaan Ekstrem
Iridium pertama kali diidentifikasi pada 1803 oleh ahli kimia Inggris, Smithson Tennant, dari residu bijih platinum. Kelangkaannya bukan main.
Baca Juga : Antimateri, Benda Paling Mahal di Muka Bumi
Iridium merupakan salah satu unsur paling jarang di kerak Bumi, dengan konsentrasi jauh lebih rendah daripada emas atau platinum.
Sumber utamanya hanya ada di segelintir lokasi seperti Afrika Selatan, Alaska, dan Rusia. Uniknya, iridium murni hampir tak pernah ditemukan di alam; ia biasanya bercampur dengan logam lain dalam bijih.
Kegunaan Iridium: Dari Pena hingga Teknologi Antariksa
Inilah yang membuat permintaannya melonjak! Iridium bukan sekadar pajangan. Logam ini punya peran krusial dalam berbagai industri canggih:
1. Industri Teknologi & Elektronika: Digunakan dalam kontak listrik berkinerja tinggi, chip komputer, dan layar OLED.
2. Kedokteran & Bedah: Paduan platinum-iridium digunakan untuk alat bedah presisi dan peralatan medis implan.
3. Otomotif & Hijau: Krusial sebagai elektroda dalam sel bahan bakar (fuel cell) dan busi performa tinggi.
4. Riset & Luar Angkasa: Dipakai dalam peralatan yang menahan kondisi ekstrem, bahkan pada wahana antariksa.
5. Standar Dunia: Batang meter dan kilogram standar internasional dulu terbuat dari paduan platinum-iridium karena stabilitasnya.
Harga Iridium: Fakta yang Bikin Melongo
Ini bagian paling mencengangkan! Pada puncaknya, harga 1 gram iridium pernah menyentuh angka lebih dari Rp 3 juta. Bandingkan dengan harga emas yang pada periode sama ‘hanya’ berkisar Rp 1,9 – 2 jutaan per gram.
Apa penyebab harganya bisa demikian tinggi?
1. Kelangkaan Ekstrem: Pasokan sangat terbatas dan penambangannya sangat sulit.
2. Permintaan Industri Teknologi yang Meledak: Kebutuhan dari sektor elektronik, energi hijau, dan otomotif canggih terus meningkat.
3. Proses Pemurnian yang Rumit dan Mahal: Memisahkan iridium dari bijih membutuhkan teknologi kompleks.
4. Nilai Strategis: Sifat uniknya membuatnya tak tergantikan untuk aplikasi tertentu.
Iridium vs Emas: Mana yang Lebih Baik?
Meski harganya tinggi, iridium dan emas punya pasar yang berbeda. Emas lebih likuid dan mudah diperdagangkan sebagai investasi atau perhiasan. Sementara iridium adalah logam industri strategis. Volatilitas harganya tinggi, mengikuti tren industri teknologi. Ini menjadikannya aset yang menarik tapi dengan profil risiko berbeda.
Iridium membuktikan bahwa nilai tak selalu tentang kilau. Logam super langka ini adalah pahlawan di balik terobosan teknologi modern. Kelangkaan, sifat fisik yang luar biasa, dan permintaan industri yang tak terbendung adalah trio penyebab harganya mampu mengalahkan emas. (DTC)