Listrik Padam Saat Ngabuburit? Binsar Simarmata: Jangan Sampai! PJU Juga Wajid Nyala Penuh Selama Ramadan

334

MEDAN – Menjelang Ramadan 1447 H atau tahun 2026, publik Kota Medan tak ingin ibadah puasa mereka diganggu oleh hal-hal teknis yang sejatinya bisa dicegah sejak dini.

Anggota DPRD Kota Medan, Binsar Simarmata, angkat bicara. Ia mengingatkan PT PLN (Persero) agar tak ada pemadaman listrik atau istilah lokalnya byar pet selama bulan suci.

Tapi tak berhenti di listrik rumah tangga. Binsar, politisi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang duduk di Komisi 2 DPRD Medan, juga melayangkan desakan keras ke Dinas Perhubungan (Dishub).

Fokusnya penerangan jalan umum atau PJU. Menurut dia, lampu-lampu yang mati, redup, atau rusak di kawasan masjid dan ruas jalan padat aktivitas harus segera bernyali sebelum tarawih pertama bergema.

“Ini soal kenyamanan dan keamanan ibadah. Masyarakat harus merasa tenang saat pergi ke masjid, juga saat sahur atau pulang dari tarawih,” kata Binsar ditemui di Medan, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga : Pasca Banjir Medan, Ancaman Baru Mengintai: Krisis Air Bersih, Listrik, dan BBM!

Binsar bahkan meminta Dishub Medan tak sekadar memperbaiki PJU yang rusak. Ia mendorong adanya pemasangan baru di titik-titik gelap. Menurutnya, area sekitar masjid dan mushala jadi prioritas utama.

“Ramadan itu aktivitas malam naik signifikan. Warung makan buka sampai larut, anak-anak ngabuburit, warga ke masjid. Jangan sampai lampu mati di saat seperti ini,” ujarnya dengan nada tegas.

Salah satu gagasan yang ia lempar cukup mencuri perhatian: penambahan mobil tangga untuk perbaikan PJU. Saat ini, Dishub disebutnya kerap terkendala minimnya armara. Akibatnya, laporan warga soal lampu mati sering molor penanganannya.

“Banyak PJU mati bukan karena tidak ada niat memperbaiki, tapi alatnya kurang. Kalau perlu satu kecamatan satu mobil tangga. Anggarannya ditambah,” kata Binsar.

Usulan itu ia nilai strategis. Medan terdiri dari 21 kecamatan. Dengan skema satu mobil tangga per kecamatan, respons perbaikan bisa lebih cepat. Tak perlu lagi mobil operasional lalu lalang dari satu ujung kota ke ujung lain hanya untuk ganti lampu atau travo.

Lebih dari sekadar kenyamanan, Binsar menekankan aspek keselamatan. Jalanan tanpa penerangan yang memadai, katanya, adalah celah empuk bagi kecelakaan hingga tindak kriminal.

Perempuan pekerja malam, pedagang kaki lima, hingga pengendara yang melintas subuh jadi pihak paling rentan.

“Ini bukan sekadar ganti lampu. Ini tentang menjaga warga. Kalau lampu terang, insyaallah ibadah lancar, kriminalitas bisa ditekan,” pungkasnya.

Sebagai catatan, Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari atau awal Maret. Artinya, waktu yang tersisa kurang dari dua pekan.

Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, bukan tak mungkin keluhan soal listrik mati dan jalanan gelap akan membanjiri media sosial seperti tahun-tahun sebelumnya.

Publik Medan kini menanti: apakah suara Binsar Simarmata ini akan ditindaklanjuti PLN dan Dishub, atau sekadar imbauan rutin yang mewarnai papan berita jelang puasa? (CHAL)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com