Warga Helvetia Keluhkan Lahan Makam Kristen Penuh, Robi Barus Desak Pemko Medan Segera Bertindak

149

MEDAN – Persoalan lahan pemakaman umum kembali menjadi sorotan di Kota Medan. Kali ini, warga Kecamatan Medan Helvetia mengadu kepada Anggota DPRD Kota Medan, Robi Barus, terkait kondisi lahan perkuburan Kristen yang sudah penuh dan tak lagi mampu menampung jenazah.

Keluhan ini disampaikan dalam pertemuan di Jalan Gaperta Ujung, Medan Helvetia, Sabtu (14/2/2026).

“Kami memohon kepada Pemko Medan agar segera menyediakan lahan pemakaman umum Kristen dengan biaya terjangkau,” ujar seorang warga dalam pertemuan tersebut.

Ia menambahkan bahwa keresahan ini bukan hanya dialami warga Helvetia, tapi juga hampir seluruh kecamatan di Medan.

Hal senada disampaikan Jonlis Purba, Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Helvetia. Ia mengungkapkan keprihatinannya lantaran setiap ada warga meninggal, kebingungan mencari lokasi pemakaman menjadi persoalan pertama yang dihadapi keluarga duka.

“Kami di Helvetia ini benar-benar kesulitan. Sejumlah pemakaman seperti di Sei Bederah, Cinta Damai, dan Sei Semayang yang biasa kami gunakan sudah penuh. Kalau ke Simalingkar B, biayanya sangat mahal. Mau dimakamkan di mana lagi?” keluh Jonlis yang langsung diamini warga lainnya.

Baca Juga : Kampanye di Toba, Bobby Nasution Ziarah ke Makam Sisingamangaraja XII

Menurut Jonlis, sebagai pengurus partai, ia kerap menerima keluhan warga, termasuk baru-baru ini dari warga STM yang kebingungan karena tidak tahu harus memakamkan jenazah ke mana. Ia juga menyoroti minimnya sosialisasi terkait keberadaan Badan Pengelola Perkuburan Kristen (BP2K) yang sebenarnya telah dibentuk Pemko Medan melalui camat setempat.

“BP2K ini sudah berjalan tiga tahun, tapi banyak ketua STM lingkungan yang tidak tahu. Akibatnya, banyak warga yang tidak terdaftar dan kesulitan saat membutuhkan akses pemakaman,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Robi Barus, politisi PDI Perjuangan yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, mendesak Pemko Medan agar serius menangani persoalan ini. Ia mengingatkan bahwa keluhan serupa pernah ia terima saat periode Wali Kota sebelumnya, dan kini kembali mencuat.

“Ini sudah saatnya Pemko Medan segera mencari dan menyediakan lahan pemakaman baru. Jangan sampai persoalan ini terus berulang setiap tahun. Kami minta perhatian serius dari Wali Kota Medan, saudara Rico Waas,” tegas Robi.

Ia juga meminta agar jajaran pemerintahan mulai dari camat, lurah, hingga kepala lingkungan gencar melakukan sosialisasi mengenai keberadaan BP2K kepada seluruh STM di lingkungan masing-masing.

“Dengan sosialisasi yang masif, kita berharap tidak ada lagi warga yang kebingungan saat berduka. STM-STM lingkungan harus tahu dan terlibat aktif agar proses pemakaman bisa berjalan cepat dan mudah,” pungkasnya.

Persoalan lahan pemakaman ini menjadi tantangan nyata bagi Pemko Medan untuk menghadirkan solusi jangka panjang, terutama di tengah keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan ruang publik di ibu kota Provinsi Sumatera Utara. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com