Bukan Sekadar Bayar Pajak, Ini Gaya Baru Warga Medan di CFD: Olahraga Sambil Setor PBB, Raup Rp893 Juta!

149

MEDAN – Siapa bilang urusan pajak membosankan dan harus mengantre di kantor? Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan sukses membuktikan sebaliknya.

Melalui terobosan Pojok Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang digelar di tengah hiruk-pikuk Car Free Day (CFD) Lapangan Merdeka, warga kini bisa membayar pajak sambil berolahraga dan berekreasi bersama keluarga.

Hasilnya? Di luar ekspektasi! Hanya dalam kurun waktu April hingga Juli 2026, Pojok PBB telah mengumpulkan dana mencapai Rp893.589.828 dari 495 transaksi. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bahwa masyarakat sangat antusias dengan kemudahan akses pelayanan publik.

Kepala Bapenda Kota Medan, Dr. M. Agha Novrian, S.STP., M.Si. , menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang di tengah momen olahraga dan berkumpul bersama keluarga pada hari libur, tetap menyempatkan diri untuk membayar PBB. Ini adalah wujud nyata kepedulian terhadap pembangunan Kota Medan,” ujarnya belum lama ini.

Baca Juga : Sinergi Bapenda Medan & Kanwil DJP Sumut I: Kolaborasi Data Pajak untuk Kejar Target PAD Rp3,8 Triliun

Filosofi di balik Pojok PBB ini sederhana namun cerdas: “Jemput bola” . Selama ini, banyak warga terkendala waktu karena kesibukan di hari kerja. Dengan kehadiran di CFD setiap Minggu pagi, Bapenda menghilangkan alasan tersebut.

Layanan di Pojok PBB pun dirancang super praktis. Cukup dengan menyebutkan Nomor Objek Pajak (NOP), petugas langsung memproses data, dan pembayaran dapat dilakukan melalui teller Bank Sumut yang disediakan atau bahkan dengan QRIS.

Ditambah lagi, Bapenda menyediakan berbagai souvenir menarik bagi wajib pajak yang membayar di lokasi, sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan mereka.

Kehadiran Pojok PBB di CFD ini semakin spesial karena bertepatan dengan momentum Gebyar Semarak PBB HUT Kota Medan ke-436.

Masyarakat bisa menikmati insentif pajak berupa potongan hingga 75 persen untuk ketetapan tahun 1994–2011, serta potongan 50 persen untuk ketetapan 2012–2025 (nilai pajak di bawah Rp2 juta) yang sudah bebas denda.

Agha Novrian menegaskan bahwa inovasi seperti Pojok PBB ini adalah langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat melakukan transaksi perpajakan dengan lebih praktis tanpa harus datang ke kantor pelayanan. Bapenda berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Dengan pendekatan yang humanis dan lokasi yang strategis, Bapenda Medan tidak hanya berhasil mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga membangun budaya sadar pajak yang lebih inklusif.

Ini adalah contoh sempurna bagaimana birokrasi bisa beradaptasi dengan gaya hidup modern.

Jadi, jika Anda berada di Medan pada akhir pekan, jangan lewatkan kesempatan emas ini. Nikmati CFD-nya, bayar pajaknya, dan raih souvenirnya! (Rel)