Jalan Veteran Medan Rusak Parah Setahun Lebih, Pemprov Sumut Janjikan Perbaikan September 2026

140

MEDAN — Deru kendaraan berat dari arah Pelabuhan Belawan beradu dengan suara gemuruh kendaraan yang menerjang lubang-lubang menganga di Jalan Veteran, Pasar 9 Manunggal.

Jalan sepanjang 200 meter dengan lebar 14 meter ini yang seharusnya menjadi urat nadi penghubung antara kawasan industri Belawan dan pusat Kota Medan kini lebih mirip medan perang. Aspal tak lagi terlihat, digantikan kubangan lumpur saat hujan dan lautan debu saat kemarau.

Kondisi ini sudah berlangsung lebih dari setahun. “Kalau hujan becek, karena ada lubang-lubang itu. Kalau panas berdebu,” keluh Syafrizal, warga sekitar.

Keputusasaan warga bahkan sempat memicu aksi gotong royong swadaya warga Desa Manunggal bergotong royong menimbun lubang dengan tanah dan pecahan batu demi mengurangi risiko kecelakaan. Sebuah ironi di tengah janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi.

Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Provinsi Sumut, Chandra Dalimunthe, akhirnya buka suara. Ia memastikan perbaikan Jalan Veteran yang menjadi kewenangan provinsi akan dilakukan tahun ini juga.

Rencana perbaikan telah masuk ke Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdaprovsu dan tengah menjalani proses tender.

“Jadi yang hancur-hancur itu akan diperbaiki. Sekarang sudah masuk di biro pengadaan, lagi proses tender dulu,” ujar Chandra.

Perbaikan ditargetkan menggunakan metode pembetonan agar lebih tahan lama terhadap beban kendaraan berat yang kerap melintas.

Baca Juga : Bobby Nasution Turun Tangan! Jalan Rusak 10 Km di Galang Dibeton, Galian C Ilegal Ditutup Total

Soal jadwal, Chandra memperkirakan pengerjaan fisik bisa dimulai paling cepat akhir Agustus atau awal September 2026. “Awal-awal bulan 9 lah mudah-mudahan mulai pengerjaannya,” katanya.

Namun persoalan Jalan Veteran ternyata lebih kompleks dari sekadar lubang dan aspal rusak. Warga menyoroti drainase yang sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan.

Setiap kali hujan turun, jalan ini selalu dilanda banjir air menggerus aspal dan memperparah kerusakan.

“Drainase paritnya kami harap juga bisa diperbaiki pemerintah. Kalau paritnya tidak diperbaiki, tidak bisa,” tegas Heriyadi, warga Desa Manunggal.

Kepala Dusun 6 Desa Manunggal, Aris Setiawan, mengungkapkan bahwa banyak rumah dan usaha warga dibangun di atas saluran drainase, membuat aliran air tersumbat.

“Kalau hujan dua jam saja, jalan pasti banjir. Parit kecil, ya tunggu surut dulu baru berkurang airnya,” ujarnya.

Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemprov Sumut. Perbaikan jalan tanpa membenahi sistem drainase hanya akan menyelesaikan masalah secara temporer.

Perbaikan Jalan Veteran menjadi bagian dari komitmen besar Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam menangani infrastruktur jalan di Sumatera Utara.

Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran Rp1,37 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan pada 2026. Anggaran ini mencakup program PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) dan Proyek Strategis Daerah.

Bobby sebelumnya telah menyampaikan instruksi tegas untuk memetakan seluruh ruas jalan provinsi yang rusak dan segera diperbaiki.

“Bapak Gubernur Sumut Bobby Nasution telah menyampaikan pesan agar seluruh jalan di Sumatera Utara dilakukan pemetaan kerusakannya,” tegas Chandra.

Bagi Halimah, pedagang yang berjualan di sekitar lokasi, perbaikan jalan adalah harapan yang tak bisa ditunda.

“Semoga bisa segera diperbaiki, karena ini jalan utama dari Belawan ke Medan. Kalau lagi macet ya macet, takutnya makin parah,” ujarnya.

Kecelakaan pun kerap terjadi. Pengendara roda dua sering terjatuh akibat lubang yang tertutup genangan air.

Bahkan, viral di media sosial aksi warga yang nekat memperbaiki jalan dengan uang pribadi sebuah cermin frustrasi masyarakat terhadap lambannya birokrasi.

Kini, semua mata tertuju pada proses tender dan jadwal pengerjaan. Akankah September 2026 menjadi bulan yang dinanti, atau sekadar janji manis lain yang sirna ditelan lubang-lubang Jalan Veteran?

Warga hanya bisa berharap dan mengingatkan: perbaiki drainase dulu, baru jalan. Kalau tidak, sejarah kerusakan akan terus berulang. (FD)